BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof Dr H Ridhahani Fidzi, MPd masih menunggu arahan dari dari PP Muhammadiyah mengelola eks lahan tambang PT Adaro Energy di Kalimantan Selatan.
“Kami masih menunggu arahan dari PP Muhammadiyah saja,” kata Ridhahani yang dihubungi Selasa (14/1/2025).
Ditambahkan Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin ini,
insyaAllah, akhir Januari atau awal.Februari nanti akan ada tim yang datang meninjau ke Balangan dan Tabalong.
Seperti diketahui Menteri ESDM Bahlil hadalia memastikan PP Muhammadiyah akan mengelola eks lahan tambang PT Adaro Energy di Kalimantan Selatan.
Ia menyebut perizinan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan masih berproses, dengan NU dan Muhammadiyah sebagai dua ormas yang telah ditetapkan untuk mengelola lahan tambang.
“Kalau NU sudah selesai, Muhammadiyah sekarang sudah turun juga. Kita sudah positif. Kita pakai yang eks-Adaro (untuk Muhammadiyah),” ucap Bahlil.
Eks lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) milik PT 9Adaro Energy Indonesia Tbk di Kalimantan Selatan memiliki luas 7.437 hektar.88
Izin kelola tambang untuk ormas keagamaan diatur dalam PP Nomor 25 Tahun 2024. Pemerintah menyiapkan enam lahan eks PKP2B untuk dikelola ormas keagamaan. (ful/KPO-3)
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof Dr H Ridhahani Fidzi, MPd. (Kalimantanpost.com/Repro pribadi)















