Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Dari Dalam Pesawat, Gubernur Berangkatkan

×

Dari Dalam Pesawat, Gubernur Berangkatkan

Sebarkan artikel ini
haj 1
MASUK PESAWAT - Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Wakil, Hasnuryadi Sulaiman, masuk pesawat memberangkatkan JCH Embarkasi Banjarmasin, Senin (5/5). (ISTIMEWA)

Banjarbaru, Kalimantanpost.com – Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, memberangkatkan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Banjarmasin, Senin (5/5).

Gubernur dan Wagub serta pejabat lainnya masuk ke dalam pesawat.

Kalimantan Post

Di sana Gubernur Muhidin mendoakan dan menitip pesan kepada para jemaah. “Mudah-mudahan bubuhan pian dalam keadaan baik-baik saja.

Dan semoga menjadi haji mabrur,” doa Gubernur H Muhidin yang sontak diamini serempak oleh calon jemaah calon haji.

H. Muhidin berpesan kepada sesama jemaah haji agar saling tolong menolong dalam perjalanan ibadah tersebut.

Jika ada kesusahan atau masalah yang dihadapi, maka dimohonkan agar saling bantu.

“Kesehatan pian yang paling penting. Dan ulun memohon agar membantu sesama kawan saat di sana, jangan asik sendiri.

Saya minta juga petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah,” pesannya.

Kloter pertama ini terdiri dari jemaah asal Banjarmasin dan sudah termasuk petugas haji yang akan mendampingi mereka selama proses ibadah di Arab Saudi.

Keberangkatan kloter pertama ini berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan.

Para jemaah tampak antusias dan haru saat meninggalkan embarkasi, didampingi keluarga yang melepas dengan doa dan tangis haru.

“Total jemaah haji dari Kalselteng tahun ini mencapai ribuan orang yang akan diberangkatkan dalam 13 kloter,” sahut Muhammad Tambrin, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel.

“Terutama yang muda-muda bisa membantu jemaah yang berumur lebih tua, jangan sampai mementingkan diri sendiri,” katanya.

Diakui Muhidin, mayoritas jemaah calon haji berusia tua dengan rata-rata di atas 60 tahun.

Maka dari itu, faktor kesehatan menjadi tantangan bagi mereka yang telah berumur sehingga perlu bantuan orang-orang di sekitarnya.

Menurut dia, keterbatasan jumlah petugas pendamping tentu harus dibantu pula oleh jemaah lain yang berusia relatif lebih muda.

Baca Juga :  “Realisasi Anggaran Dipercepat”

“Kalau bagi petugas jelas wajib membantu melayani jamaah secara maksimal, jangan sampai justru ikut fokus berhaji sehingga mengabaikan jemaah,” ucapnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan