Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Kearifan Lokal dan Pintu Air yang Mubazir di Kanal Veteran

×

Kearifan Lokal dan Pintu Air yang Mubazir di Kanal Veteran

Sebarkan artikel ini
IMG 20250530 WA0006 e1748564579802
Suasana diskusi Ambin Demokrasi Kalsel. (Kalimantanpost.com/Repro pribadi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Satu hal yang diprotes dan dipertanyakan warga terkait normalisasi kanal Veteran, adalah rencana akan dibangunnya pintu air yang berfungsi sebagai pengendali banjir.

Menurut Noorhalis Majid dari Ambin Demokrasi Kalsel, bahkan pintu air tersebut akan dibangun pada 3 lokasi sungai secara bersamaan, yaitu sungai Veteran, Sungai Tidur dan Sungai Muara Kelayan.

Kalimantan Post

Kenapa gagasan tersebut diprotes dan bahkan ditolak warga? Karena terlihat nampak terburu-buru, kurang kajian dan pendalaman, terutama terkait potensi serta karakter sungai di Banjarmasin.

“Layaknya suatu proyek berbasis lingkungan, mestinya dilakukan kajian komprehensif, termasuk menggali berbagai kearifan lokal, yang mungkin saja lebih memahami karakter dan tipologi lahan gambut, termasuk dengan melakukan evaluasi terhadap berbagai pintu air yang sudah dibangun di kota Banjarmasin,” ujarnya.

Setidaknya, lanjut dia, ada dua pintu air yang sudah dimiliki dan ternyata kurang berfungsi sebagai pengendali banjir, yaitu pintu air sungai Tatas, dan pintu air sungai Belasung, yang lokasinya persis di samping Balai kota Banjarmasin. Kedua pintu air ini layak menjadi perbandingan dan bahan kajian.

Kearifan lokal mengajarkan, ketika air pasang, air tidak hanya mengalir melalui aliran sungai, handil, anjir, saka dan kanal, tapi juga melalui tanah gambut yang berongga, sehingga menghantarkan air menembus tempat-tempat terendah yang dapat digenanginya. Kalau pun ada pintu air, maka air yang merembes melalui tanah, akan mampu melewati dan melampaui pintu air tersebut, yang menyebabkan tidak berfungsi sebagai pengendali banjir.

“Berdasarkan kajian apa dan dimana, sehingga pintu air pada lahan rawa gambut seperti Banjarmasin dapat berfungsi maksimal? Itulah yang menjadi pertanyaan warga, karena warga dengan segala pengalaman dan kearifan lokalnya, memahami karakter sungai serta lahan yang ia tempati,” ujar Majid.

Baca Juga :  Rektor ULM Rekomendasi Pengembangan Kawasan Agrominapolitan di Musrenbang RKPD HSU 2027

Itulah pentingnya kajian serta pelibatan para pihak, termasuk para pemangku kepentingan, terutama yang sangat memahami karakteristik lahan yang ada di Banjarmasin.

Akhirnya, kata dia, dari pada membangun pintu air yang pasti menelan anggaran sangat besar, yang kemudian tidak berfungsi maksimal serta menghambat transportasi sungai. Lebih baik dananya dipindah untuk memperlebar kanal veteran yang sedang dibangun, Semula hanya 8 meter, setidaknya bisa diperlebar menjadi 10 atau 12 meter.

Dengan luasan sungai lebih lebar, akan menjadi potensi wisata yang sangat menarik. Dari pada sekedar membangun parit besar, terhalang pintu air, dan berlum tentu berfungsi maksimal. Atau bahkan pintu air tersebut menjadi mubazir. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan