Banjarbaru, KP – Setelah menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya sejak tahun 2019, Pemerintah Kota Banjarbaru kini menargetkan peningkatan status ke kategori Utama. Langkah ini diperkuat melalui pelaksanaan verifikasi lapangan secara hybrid yang digelar pada Senin (23/6/2025) di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru.
Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan penilaian mandiri oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tim Gugus Tugas KLA Provinsi Kalsel, serta jajaran instansi terkait dari Pemko Banjarbaru.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru, Erma Epiyana, menjelaskan bahwa proses verifikasi ini melibatkan 24 indikator yang terbagi dalam lima klaster utama.
“Administrasinya cukup banyak. Setiap indikator harus dilengkapi dengan data dukung. Hari ini, proses verifikasi dilakukan secara daring melalui delapan kanal Zoom, di antaranya melibatkan sekolah, masjid ramah anak, Puspaga, hingga UPTD,” jelas Erma.
Menurutnya, seluruh fasilitas penunjang KLA telah disiapkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD. Termasuk dalam hal penanganan kekerasan terhadap anak yang kini ditangani langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang telah dibentuk.
“Semua elemen telah bergerak, termasuk dari SMPN 2 Banjarbaru dan lembaga-lembaga yang peduli terhadap isu perlindungan anak,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang membuka kegiatan verifikasi ini menyampaikan optimisme atas capaian yang telah diraih. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan status bukanlah tujuan utama.
“Bagi saya, kenaikan status hanyalah simbol. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadikannya sebagai penyemangat untuk lebih mengutamakan kepentingan anak dan mendukung tumbuh kembangnya,” ujar Sirajoni.
Ia menekankan bahwa komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan kota yang ramah anak harus terus diperkuat, tidak hanya demi capaian administratif, tetapi demi masa depan generasi muda Kota Banjarbaru.(Dev/K-3)