Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

558 Titik Api Terpantau, Kalsel Maksimalkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

×

558 Titik Api Terpantau, Kalsel Maksimalkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini
IMG 20250624 WA0026 e1750746687755
SIAGA KARHUTLA - Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, (tengah). (Kalimantanpost.com/devi).

BANJARBARU, Kalimantanpost.com– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Kalimantan Selatan seiring masuknya musim kemarau.

Hingga akhir Mei 2025, tercatat sebanyak 558 titik api terpantau di wilayah Kalsel. Rinciannya, 28 titik kategori rendah, 529 titik sedang, dan 1 titik kategori besar.

Kalimantan Post

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan instansi terkait terus memperkuat langkah mitigasi. Salah satu strategi utama yang diterapkan yakni penggunaan drone oleh Polda Kalsel untuk memantau titik panas secara real-time.

“Drone sangat membantu dalam deteksi dini dan pengawasan lapangan. Dengan pemantauan udara, kita bisa lebih cepat merespons lokasi kebakaran,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Minggu (8/6/2025).

Pemprov Kalsel juga telah mengajukan permintaan bantuan lima helikopter water bombing, dua helikopter patroli, dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Bambang, usulan tersebut diajukan lebih awal berdasarkan prediksi BMKG yang memperkirakan puncak kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

“Meski hujan masih turun sesekali, antisipasi harus dilakukan sejak dini agar kita tidak kecolongan saat musim kemarau mencapai puncaknya,” jelasnya.

Sebelumnya, apel kesiapsiagaan karhutla juga telah digelar di Kalsel, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Dalam apel tersebut, disiapkan berbagai peralatan dan sumber daya, termasuk embung-embung air untuk pemadaman darurat.

Kapolda menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam penanganan karhutla.

“Personel dari Polri, TNI, BPBD, relawan, dan instansi terkait harus solid, cepat, dan siap menghadapi situasi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Kalsel juga tengah merampungkan Peraturan Gubernur tentang Penanggulangan Bencana yang akan menjadi dasar hukum koordinasi seluruh pihak dalam penanganan darurat secara terstruktur dan terpadu.

Baca Juga :  Sebanyak 203 Anak Ditangkap dalam Aksi di Depan DPR

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Tahun 2024 lalu, tidak ada gangguan penerbangan akibat asap karhutla. Ini jadi bukti efektivitas strategi yang telah kita terapkan,” tambah Bambang.

Selain mengandalkan teknologi dan sinergi antarinstansi, Bambang juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan api.

Dinas Kehutanan Kalsel turut menggencarkan edukasi ke masyarakat, terutama di desa-desa yang rawan karhutla, dengan melibatkan tokoh masyarakat, petani, hingga pelajar.

“Pencegahan itu dimulai dari kesadaran bersama. Masyarakat adalah garda terdepan untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.(adv/dev/KPO-4)

Iklan
Iklan