PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Sejak dilantik pada awal 2025, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo tidak ingin menunggu lama untuk bekerja.
“Program ini telah dilaksanakan sejak 20 Februari hingga 30 Mei 2025, dengan capaian pelaksanaan 100 persen. Laporan resmi mencatat capaian yang luar biasa yaitu 100 persen target telah terlaksana,” ungkapnya di acara Betang Nigh, Sabtu (5/7/2025).
Dengan semangat baru, sebuah energi kerja cepat yang terasa nyata, bahkan sejak hari pertama. Seratus hari memang bukan waktu yang panjang dalam kalender pemerintahan.
Tapi bagi keduanya, ini adalah waktu yang cukup untuk membuktikan komitmen dan keseriusan dalam membangun Kalteng. Lewat Program 100 Hari Huma Betang, perubahan mulai dirasakan hingga ke pelosok desa.
Dalam berbagai kesempatan, baik saat memimpin pertemuan resmi bersama jajaran pemerintahan maupun ketika turun langsung ke lapangan dalam kunjungan kerja, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan komitmennya terhadap program percepatan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
Seratus Hari pertama bukanlah tentang waktu yang panjang, tapi tentang langkah awal yang menentukan. “Kami ingin memastikan sejak hari pertama, kami langsung bekerja, bukan berteori. Karena rakyat tidak menunggu janji rakyat butuh bukti nyata. Itulah semangat kami dalam membangun Kalteng BERKAH, Kalteng Maju,” ungkap Gubernur.
Agustiar di juga menambahkan, melalui program 100 hari kerja yang diberi nama Huma Betang, pemerintah ingin hadir langsung di tengah persoalan masyarakat.
Mulai dari membuka akses internet di pedalaman, menurunkan harga kebutuhan pokok, memperbaiki jalan, hingga mempercepat bantuan untuk petani, nelayan, dan sektor pendidikan. “Semua itu adalah bentuk kerja cepat, terukur, dan menyentuh langsung rakyat,” ucapnya.
Mulai dari mendukung program makan bergizi gratis, sinkronisasi dan efisiensi anggaran untuk memastikan penggunaan APBD yang tepat sasaran, penataan struktur organisasi perangkat daerah guna menciptakan birokrasi yang lincah dan adaptif.
Juga disertai perencanaan dan implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera yang mencakup bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan, serta pasar murah dan stabilisasi harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (drt/KPO-3)