ARANIO, Kalimantanpost.com – Komitmen PLN Indonesia Power UBP Barito dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desapreneur ECOSALAM (Ecoprint Sasirangan Warna Alam). Program ini menyasar sebanyak 30 ibu rumah tangga di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Program ECOSALAM merupakan program lanjutan yang telah dimulai sejak tahun 2024 dan terus berkembang hingga saat ini. Pada tahun 2025, telah dilaksanakan tiga sesi pelatihan, yaitu pelatihan pembuatan vest, pelatihan pembuatan syal, serta pelatihan pemasaran produk.
Keseluruhan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan teknis dan kewirausahaan peserta agar lebih siap bersaing di pasar kreatif lokal maupun digital. Kegiatan ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada akhir Juli 2025 dalam sebuah acara di Balai Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio.
Pelatihan ECOSALAM menjadi sarana transfer ilmu dan keterampilan pembuatan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan menggunakan teknik ecoprint berbasis pewarna alami yang ramah lingkungan.
Sehingga dengan memanfaatkan dedaunan lokal seperti daun jati, ketapang, dan kunyit, para peserta dikenalkan pada proses produksi tekstil berkelanjutan yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kami ingin hadir sebagai mitra pembangunan masyarakat. Melalui program ECOSALAM, kami berharap masyarakat, khususnya para perempuan, bisa tumbuh menjadi pelaku UMKM kreatif sekaligus penjaga budaya lokal dan lingkungan,” ujar Nyoman Sukma Aryawan, Manager PLN Indonesia Power UBP Barito.
Program ini menunjukkan peran aktif PLN sebagai Motor Ekonomi Rakyat yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas melalui kegiatan pelatihan, pemberdayaan UMKM, dan penguatan sektor pariwisata lokal. Selain memberdayakan perempuan desa, program ini juga membuka peluang workshop tourism yang bernilai edukatif dan berkelanjutan.
Tak hanya berdampak ekonomi, kegiatan ini juga memberi dampak sosial dan lingkungan. Teknik produksi bebas bahan kimia berbahaya ini menjaga ekosistem sekitar Waduk Riam Kanan tetap lestari. Di sisi sosial, ibu-ibu peserta pelatihan menyampaikan apresiasi dan harapan agar pelatihan seperti ini terus berlanjut.
Salah satu peserta, Novita Andriani (49), menyampaikan terima kasih dengan adanya pelatihan kain sasirangan ecoprint warna alam ini.
“Alhamdulillah pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami mendapat ilmu baru, pengalaman baru, dan harapan baru untuk bisa mandiri secara ekonomi lewat usaha kecil dari rumah,” ucapnya.
Pelatihan ini menggandeng Urban Borneo Lab sebagai fasilitator, yang melibatkan 25 relawan muda, serta menghadirkan LKP Bee World sebagai narasumber utama dalam pelatihan pembuatan kain Sasirangan ecoprint. Dukungan penuh juga datang dari aparat desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan di tingkat lokal.
PLN Indonesia Power UBP Barito terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan desa melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.(KPO-1)
Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power adalah salah satu perusahaan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara dan merupakan Sub Holding BUMN kelistrikan, PT PLN (Persero). Dengan komitmen tinggi terhadap inovasi teknologi dan keberlanjutan, PLN Indonesia Power terus berupaya menjadi perusahaan energi terdepan dalam mewujudkan visi The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND.