BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dua misi diemban tim nasional bola voli putra Indonesia saat menghadapi Thailand pada pertandingan pamungkas leg kedua SEA V League 2025 di Jakarta International Velodrome, Minggu (20/7/2025) pukul 20.00 Wita.
Pertama membalas kekalahan 1-3 atas tim Gajah Putih di leg pertama SEA V League di Filipina lalu dan kedua meraih juara di leg ke depan publiknya sendiri.
Untuk memenuhi target tersebut bukan perkara mudah bagi Rivan Nurmulki dan kawan-kawan mengingat mental pemain Thailand begitu kuat.
Itu dibuktikan dipertemuan pertama lalu, Indonesia sempat memimpin 1-0 sebelum tiga set berikutnya disapu bersih Thailand.
Sewaktu melawan Filipina di leg kedua SEA V League kemarin, Thailand sempat tertinggal 0-2 sebelum membalikan keadaan menang 3-2.
Mental juara inilah yang mampu membuat tim bola voli Indonesia tak berkutik saat menghadapi Thailand.
Padahal secara materi pemain, Indonesia lebih unggul dibanding tim-tim di ASEAN, termasuk Thailand. Rata-rata pemain Indonesia pernah bermain di luar negeri seperti Rivan Nurmulki bermain di Jepang, Fahri Septian berlaga di Bulgaria.
Lalu, Farhan Halim pernah memperkuat klub Uni Emirat Arab Hatta Club Dubai VC pada tahun 2021, Thailand Nakhon Ratchasima VC tahun 2023 dan di tahun ini dikontrak klub Jepang.
Sayangnya keunggulan pemain secara individu tak bisa dimaksimalkan bila ketemu Thailand. Dari empat pertemuan terakhir, tiga kali Indonesia menderita kekalahan hanya sekali menang.
Dalam pertandingan nanti malam, yang mendapat perhatian pelatih Jiang Jie saat menghadapi Thailand bukan hanya strategi bermain tapi juga mental tanding anak asuhnya.
Dipertemuan pertama lalu, Jiang Jie tidak menurunkan Boy Arnez sejak set pertama dan lebih memilih Farhan Halim dan Rivan Nurmulki sebagai starter, barulah di set ketiga dimainkan.
Dipertemuan melawan Thailand nanti malam diharapkan Jiang Jie tetap menurunkan Boy Arnez sebagai starter walau pun Farhan Halim sudah sembuh dari cedera.
Kehadiran Boy yang tampil meledak-ledak dan pukulannya cukup akurat akan memecah blok pemain Thailand.
Selain itu dengan aksi Boy membuat lainnya yang tampil kalem seperti Rivan Nurmulki, Fahri Septian, Hendra Kurniawan, Ega maupun Farhan juga ikut terpacu bermain penuh semangat.
Keunggulan skill dan teknik serta didukung semangat juang tinggi pemain Indonesia diharapkan mampu menaklukkan Thailand.
Selain itu, penerimaan servis yang baik akan mempermudah bagi setter Jasen Natanael melakukan variasi serangan lewat attack, back attack maupun quick.
Tak kalah pentingnya, pemain Indonesia mampu meredam quicker Thailand Kissada Nilsawai serta Anurak Phanram, Anut Promchan dan Prasert Pinkaew.
Setiap kali bertemu, pemain-pemain Indonesia seperti kesulitan meredam kecepatan quick Kisada maupun attack dan back attack Anurak serta pebola kidal Thailand Amorntep Konhan.
Diharapkan pelatih Jiang Jie bisa menemukan formasi khusus meredam permainan Thailand dengan mempelajari cara Vietnam bisa menang dua kali secara berturut-turut atas Kisada dan kawan-kawan.
Kalau kembali kalah, tak hanya ‘malu’ di depan publik sendiri juga target meraih juara leg kedua tak tercapai.
Indonesia saat ini memimpin klasemen sementara leg kedua SEA V League 2025 dengan koleksi delapan poin dari tiga laga.
Sementara Thailand menguntit di posisi kedua dengan enam poin dari tiga pertandingan dan Vietnam diperingkat ketiga dengan 5 poin.
Selain itu tim bola voli Indonesia dipastikan melaju ke Kejuaraan Asia AVC 2026. Karena di klasemen gabungan leg pertama dan kedua SEA V League, Indonesia sudah mengunci posisi dua besar.
Terkini, Indonesia masih memimpin klasemen gabungan sementara SEA V League 2025 dengan 16 poin dari tujuh laga. Dengan jumlah pertandingan yang serupa, Thailand yang berpoin 15 ada di posisi kedua.
Jumlah poin Indonesia pun tidak akan terkejar oleh Vietnam di peringkat ketiga yang untuk sementara meraih total 12 poin, dari tujuh laga, dan hanya menyisakan satu pertandingan kontra Filipina di leg kedua SEA V League, Minggu (20/7). (ful/KPO-3)