BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Ribuan jamaah tumpah ruah hingga memenuhi jalan dan jembatan sekitar area haul untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW 1447 H yang dirangkai dengan Haul Agung ke-499 Sultan Suriansya di Makam Sultan Suriansyah, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (26/8/2025) malam.
Kedatangan ribuan jemaah ini menandai besarnya penghormatan masyarakat terhadap raja Banjar pertama tersebut.
Atas nama Sultan dan keluarga besar pergustian, H. Gusti Muhammad Syarif menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dalam haul perdatuan kali ini.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Wakil Gubernur, Kapolda, serta para pejabat penting lain yang berkenan hadir, begitu juga kepada panitia yang sudah bekerja keras dengan segala keterbatasan hingga acara besar ini terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, haul bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa besar Sultan Suriansyah yang telah mengislamkan Banjarmasin sekaligus mengangkat marwah Banjar hingga dikenal luas. Ia pun menekankan pentingnya kepedulian seluruh keluarga besar bergustian untuk selalu hadir dan berpartisipasi dalam tradisi ini.
Antusiasme masyarakat terlihat semakin meningkat setiap tahunnya. Tahun ini, panitia memperkirakan jumlah jamaah yang hadir mencapai lebih dari enam ribu orang. Penuh sesaknya kawasan haul menunjukkan bahwa haul Sultan Suriansyah telah menjadi pusat spiritual sekaligus sarana memperkenalkan kembali sejarah Banjar dan Banjarmasin kepada generasi kini.
Meski demikian, Gusti Muhammad Syarif turut menyoroti kurangnya dukungan dari pemerintah kota.
“Kami berharap pemerintah kota lebih peduli, karena justru Sultan Suriansyah-lah yang pertama kali mengangkat nama Banjarmasin, bahkan, makam beliau sudah menjadi cagar budaya nasional.” ucapnya.
Sebagai langkah ke depan, pihak pergustian merencanakan agar haul ke-500 mendatang berlangsung lebih meriah dan sakral. Panitia berencana mengundang sultan-sultan dan raja-raja dari seluruh Nusantara untuk hadir. Harapan ini menjadi simbol penghormatan besar sekaligus menjadikan haul emas sebagai momentum kebangkitan tradisi dan sejarah Banjar.
Kemeriahan haul tahun ini juga semakin terasa dengan kehadiran perwakilan dari berbagai daerah dan pulau. Mereka datang mengenakan pakaian adat masing-masing, menciptakan nuansa keberagaman budaya yang berpadu dengan nilai spiritual haul. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana haul bukan hanya acara keagamaan, tetapi juga panggung persatuan lintas daerah.
Bagi Gusti Muhammad Syarif, haul juga menjadi ruang spiritual yang penuh makna. Ia menuturkan pengalamannya menerima pusaka dan bertemu figur penting dalam tradisi haul sebelumnya.
“Kalau kita percaya, InsyaAllah Allah akan menampakkan kebenarannya, Wali Allah tidak mati, tapi hidup dan diberi rezeki oleh-Nya, Sultan Suriansyah adalah wali besar yang harus kita hormati dan teladani.” ungkapnya.
Haul Agung Sultan Suriansyah tahun ini meneguhkan kembali semangat religius sekaligus kebersamaan masyarakat Banjar. Dengan harapan besar menuju haul emas ke-500, acara ini diharapkan semakin memperkuat ikatan sejarah, spiritualitas, dan budaya yang diwariskan Sultan Suriansyah bagi Banjarmasin dan Nusantara. (nug/KPO-3)