Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Blusukan ke Sungai dan Jalan Setapak, Tim Uniska Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran Hingga ke Pelosok Kalimantan

×

Blusukan ke Sungai dan Jalan Setapak, Tim Uniska Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran Hingga ke Pelosok Kalimantan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250828 141631
Wakil Rektor III Uniska, DR. Didi Susanto. (KP/Repro)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tidak hanya sungai sebagai jalur perahu, tidak hanya jalan setapak yang berliku di pedalaman, semua medan sulit itu dilalui oleh tim survei Universitas Islam Kalimantan (Uniska) demi satu tujuan: memastikan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah benar-benar tepat sasaran bagi mahasiswa yang layak.

Wakil Rektor III Uniska, Dr. Didi Susanto, memimpin langsung rombongan yang melakukan verifikasi ke berbagai daerah tempat tinggal mahasiswa penerima KIP. Mereka tidak sekadar duduk di kampus menunggu laporan, melainkan terjun langsung ke lapangan—bahkan hingga ke pelosok Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kalimantan Post

“Survei ini penting, karena kami ingin memastikan bantuan pendidikan tidak salah sasaran. Jangan sampai ada mahasiswa pintar dan berprestasi yang terhambat kuliah hanya karena persoalan ekonomi, sementara yang tidak berhak justru menikmati fasilitas ini,” ujar Didi saat ditemui usai perjalanan survei.Kamis (28/8/2025).

Tim survei harus menempuh jalur yang tak biasa. Ada daerah yang hanya bisa diakses menggunakan perahu kecil, melewati aliran sungai yang sepi dan dikelilingi hutan lebat. Di tempat lain, rombongan harus berjalan kaki di jalan setapak berlumpur karena tidak ada akses kendaraan.

“Ini bukan perjalanan mudah. Ada lokasi di Kalteng yang kami tempuh dengan perahu selama dua jam, kemudian dilanjutkan berjalan kaki hampir satu jam. Tapi semua ini kami lakukan untuk memastikan data penerima KIP Kuliah benar-benar valid,” ungkap Didi.

Uniska, sebagai kampus swasta terbesar di Kalimantan, setiap tahun mendapatkan rekomendasi penerima KIP Kuliah dari pemerintah. Tahun ini, ada sekitar 400 calon mahasiswa yang memenuhi syarat dan mendaftar. Namun, jumlah pasti penerima masih menunggu keputusan kuota resmi.

“Kami tidak ingin bantuan disalahgunakan. Ada kekhawatiran penerima menunjuk rumah yang bukan tempat tinggal aslinya demi lolos verifikasi. Inilah kenapa kami turun langsung ke lapangan, bukan hanya percaya pada dokumen,” tegas Didi.

Baca Juga :  Baru Dilantik 19 Agustus, Komisioner KPID Kalsel Tuntut Uang Kehormatan Agustus

Program KIP Kuliah menjadi salah satu cara untuk membangun sumber daya manusia unggul dan memutus rantai kemiskinan. Dengan bantuan ini, mahasiswa dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya, sekaligus memiliki peluang karier yang lebih baik setelah lulus.

“Keseriusan mahasiswa harus kami jawab dengan keseriusan pula. Jika mereka mau berjuang menempuh pendidikan, kami pun wajib berjuang memastikan mereka tidak terbebani biaya,” pungkas Didi. (fin/KPO-1)

Iklan
Iklan