RANTAU, Kalimantanpost.com – Angin puting beliung yang melanda rumah warga di sejumlah desa di Kabupaten Tapin, Sabtu (20/9/2025) sore, menyebabkan kerusakan pada sedikitnya delapan rumah warga.
Sebagai bentuk respon cepat, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial bersama BPBD menyalurkan bantuan logistik dan peralatan sehari setelah kejadian, Minggu (21/9/2025) sore.
Dinas Sosial melalui Taganan menyerahkan bantuan logistik kepada korban yang rumahnya terkena bencana angin puting beliung, kemudian disusul Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapin menyalurkan hal yang sama.
Plt Kepala Dinas Sosial Tapin, H Syafrudin, mengatakan, bantuan disalurkan berupa beras, lauk pauk siap saji, minyak goreng, gula, susu, sarden, mie instan, telur, teh celup, selimut, hingga terpal sudah diserahkan langsung kepada warga terdampak.
“Bantuan ini untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Pemerintah hadir memberikan dukungan agar warga bisa bertahan di masa darurat,” ujarnya, Minggu.
“Mudahan mudahan bantuan diberikan bisa bermanfaat warga yang tertimpa musibah angin puting beliung selama kebutuhan darurat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, Ahmad Sofyan, menambahkan tim gabungan yang terdiri dari TRC, Satgas, dan Pusdalops-PB BPBD langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan langsung bantuan.
“Bantuan yang kami salurkan berupa berbagai macam sembako kebutuhan pokok, terpal dan Hygiene Kit langsung kepada warga yang terdampak musibah bencana angin puting beliung,” tambahnya.
Untuk diketahui bahwa kejadian bencana angin puting beliung (cuaca ekstrim) terjadi pada Sabtu (20/9/2025);sekitar pukul 15.30 Wita.
Dari kejadian itu sebanyak 10 buah rumah terkena angin puting beliung dengan kerusakan cukup beragam, mulai dari atap terangkat, dinding roboh, hingga rumah rata dengan tanah.
Rumah warga yang rusak sebanyak lima buah rumah warga Desa Parigi Kacil, satu rumah di Desa Parigi Kecamatanan Bakarangan, kemudian satu rumah di Desa Serawi Kecamatan Tapin Tengah dan tiga rumah di Matang Asam Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan.
“Kerusakan rumah bervariasi ada yang rusak ringan dan rusak berat, rata-rata atap rumah terbang dan atap dapur serta atap teras juga ikut terbang,” katanya.
Kerugian total mencapai ratusan juta rupiah dari semua rumah yang terkena angin puting beliung. Hingga kini sebagian besar rumah belum bisa diperbaiki, karena ada yang rusak parah dan juga keterbatasan biaya untuk memperbaiki seperti semula.
Pemerintah daerah menghimbau warga masyarakat Tapin tetap waspada dan hati hati menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi dalam beberapa hari kedepan. (abd/KPO-4)















