Banjarmasin, KP – Siswa SMA/SMK baik negeri maupun swasta di Kalsel menerima bantuan.
Dalam program Bantuan bagi Siswa Kurang Mampu (BSKM) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.
Secara simbolis sebanyak 10.030 siswa menerima bantuan, Rabu (1/10) di Gedung Mahligai Pancasila. Bantuan diserahkan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin bersama Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra.
Galuh Tantri Narindra menyebutkan, bahwa BSKM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi.
“Bantuan mencakup seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, baik SMA maupun SMK, negeri maupun swasta.
Harapannya dapat mengurangi beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel akan terus mengembangkan program serupa sesuai kebutuhan siswa ke depan agar tidak ada lagi anak di Banua yang terhambat menempuh pendidikan karena persoalan biaya.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperluas program bantuan pendidikan agar setiap anak dapat meraih masa depan yang lebih baik tanpa terbebani kendala ekonomi,” pungkasnya.
Tahun ini, bantuan disalurkan kepada 10.030 siswa dari 306 sekolah SMA/SMK di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp11,32 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan perlengkapan pendidikan seperti buku, alat tulis, seragam, serta kebutuhan lain yang menunjang kegiatan belajar.
Sementara itu, Hj Fathul Jannah menyebut program ini merupakan wujud sinergi antara TP PKK Kalsel dan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, khususnya dalam upaya pemerataan akses pendidikan.
Menurut Fathul Jannah, program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh anak di Banua memiliki kesempatan yang sama, dalam memperoleh pendidikan, meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Melalui program BSKM, kita ingin meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak di Kalimantan Selatan tidak putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan anak, keluarga, hingga bangsa. Karena itu, Ia mengajak seluruh pihak termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi.
“Jadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berusaha lebih giat, belajar lebih tekun, dan berprestasi.
Insyaallah dengan kerja keras dan doa, cita-cita dapat tercapai,” tambahnya. (mns/K-2)














