Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Neraca Perdangan Kalteng Surplus, Ekspor Agustus 2025 Capai 258,9 Juta Dolar AS

×

Neraca Perdangan Kalteng Surplus, Ekspor Agustus 2025 Capai 258,9 Juta Dolar AS

Sebarkan artikel ini
IMG 20251023 WA0082 e1761224050507

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, kinerja perdagangan luar negeri daerah ini selama tiga bulan terakhir masih menunjukkan tren positif dengan neraca perdagangan yang tetap surplus besar.

Kepada media awal Oktober lalu, Kepala Badan Statistik Kalteng Agnes Widiastuti mengungkapkan, sepanjang Juni hingga Agustus 2025, nilai ekspor Kalteng jauh melampaui impornya.

Kalimantan Post

Berdasarkan data resmi BPS Kalteng, nilai ekspor Agustus 2025 mencapai 258,96 juta dolar AS, sementara nilai impor hanya sebesar 5,98 juta dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan bulan tersebut mengalami surplus sebesar 252,98 juta dolar AS.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor Agustus mengalami penurunan dari 336,69 juta dolar AS pada Juli, namun masih lebih tinggi dibanding beberapa bulan awal tahun.

Adapun pada Juni 2025, ekspor tercatat sebesar 270,74 juta dolar AS dengan impor 2,39 juta dolar AS, menghasilkan surplus 268,35 juta dolar AS.

Kepala BPS Kalteng dalam rilis resminya, menjelaskan bahwa komoditas ekspor utama masih didominasi oleh batu bara, minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya, serta hasil hutan seperti kayu olahan dan rotan. Negara tujuan utama ekspor antara lain Tiongkok, India, Jepang, dan Malaysia.

“Fluktuasi nilai ekspor bulan ke bulan dipengaruhi oleh harga komoditas global serta permintaan dari negara tujuan utama, khususnya untuk komoditas energi dan sawit,” jelasnya dalam laporan bulanan perdagangan luar negeri.

Sementara itu, nilai impor Kalteng masih tergolong kecil, berkisar antara 2 hingga 6 juta dolar AS per bulan, dengan komoditas utama berupa bahan baku industri dan peralatan pertambangan.

Kondisi ini memperlihatkan struktur ekonomi daerah yang masih bergantung pada sektor primer.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, neraca perdagangan Kalteng tetap menunjukkan surplus memperlihatkan daya saing ekspor yang kuat di tengah perlambatan ekonomi global.

Baca Juga :  Tahan Inflasi, Kalteng Ikuti Gerakan Pangan Murah

Meski demikian, sejumlah ekonom daerah menilai perlunya diversifikasi produk ekspor agar tidak terlalu bergantung pada komoditas mentah.

“Nilai tambah dari hilirisasi akan memperkuat stabilitas ekonomi daerah,” ujar salah satu pengamat ekonomi dari Universitas Palangka Raya.

Dengan tren surplus yang masih berlanjut, Kalimantan Tengah tetap menjadi salah satu penyumbang penting ekspor nonmigas dari wilayah Kalimantan bagian tengah Indonesia. (drt/KPO-4).

Iklan
Iklan