Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Banjarbaru Teguhkan Komitmen Jadi Kota Inklusif, 639 Anak Disabilitas Terlayani di 70 Sekolah

×

Banjarbaru Teguhkan Komitmen Jadi Kota Inklusif, 639 Anak Disabilitas Terlayani di 70 Sekolah

Sebarkan artikel ini
hal 6 BJB1 1
INKLUSIF- Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Banjarbaru, Sri Lailana, bersama peserta Sosialisasi Pendidikan Inklusif Tahun 2025 di Aula BGTK Kalsel, Rabu (22/10/2025). (KP/DEVI)

Banjarbaru, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif Kota Banjarbaru Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Ambulung, Loktabat Selatan, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, S.E., yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sri Lailana.

Kalimantan Post

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, para ketua komite sekolah, perwakilan tenaga pendidik se-Kota Banjarbaru, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota melalui Asisten II, Sri Lailana, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem pendidikan yang adil dan merata bagi semua peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi kita bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Kota Banjarbaru berkomitmen menjadi kota yang ramah dan inklusif bagi semua,” ujar Sri Lailana.

Hingga September 2025, tercatat 70 sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Kota Banjarbaru, dengan 639 peserta didik penyandang disabilitas dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, hingga SMP—baik negeri maupun swasta.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Banjarbaru telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD)—yang merupakan pertama di Kalimantan Selatan. Unit ini menyediakan berbagai layanan seperti asesmen gratis, konsultasi bagi guru dan orang tua, pendampingan penyusunan materi ajar, serta rekomendasi pendampingan di sekolah bagi peserta didik disabilitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang. Melalui ULD, pemerintah hadir memberikan dukungan komprehensif bagi sekolah dan keluarga dalam menciptakan pendidikan yang setara,” lanjut Sri Lailana.

Baca Juga :  Sekda Banjarbaru Tekankan Efisiensi dan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Ia juga mengajak seluruh pihak, terutama komite sekolah dan tenaga pendidik, untuk ikut menyukseskan program pendidikan inklusif dengan menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan menolak segala bentuk diskriminasi di lingkungan sekolah.

“Kita ingin membangun lingkungan sekolah yang inklusif, mengatasi diskriminasi, menciptakan komunitas yang ramah, dan mewujudkan pendidikan untuk semua,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap semangat inklusivitas semakin tumbuh di setiap satuan pendidikan. Banjarbaru menegaskan posisinya sebagai kota pelopor pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan, serta menjadi contoh nyata dalam mewujudkan masyarakat yang adil, ramah, dan berkesetaraan bagi semua warga.(Dev/K-7)

Iklan
Iklan