Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tabalong

Pemkab Berhasil Redam Laju Inflasi 2025

×

Pemkab Berhasil Redam Laju Inflasi 2025

Sebarkan artikel ini
Hal 9 TABALONG Adv 3 klm
KADISNAKER TABALONG - Hady Ismanto membuka tiga macam pelatihan di antaranya juru ikat (rigger), staff HRD, hingga staff gudang (ware house) yang dilaksanakan selama tujuh hari. (KP/Ist)

Tanjung, KP – Terhitung per 28 Nopember 2025, Pemerintah Kabupaten Tabalong berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada kelompok bahan pangan, seperti Cabai Rawit, Tomat, dan Daging Ayam Ras, dengan angka bulanan hanya sebesar 0,42 persen dan secara tahunan (year on year) berada pada angka 2,47 persen.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani SH ST MT (H Fani), saat ekspose Hari Jadi (Harjad) Ke-60 tahun 2025, bertempat di rumah dinasnya, komplek Pendopo Bersinar Pembataan Tanjung, belum lama tadi.

Kalimantan Post

Dijelaskan H Fani, sebagai indikator ekonomi pengendalian inflasi di tingkat Kabupaten Tabalong terkendali dengan angka bulanan hanya sebesar 0,42 persen dan secara tahunan berada pada angka 2,47 persen, “Inflasi bulanan ini utamanya didorong oleh kenaikan harga kelompok perawatan pribadi, khususnya Emas Perhiasan yang mengikuti tren kenaikan harga emas dunia,” ujarnya.

“Namun, laju inflasi ini berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada kelompok bahan pangan, seperti Cabai Rawit, Tomat, dan Daging Ayam Ras,” terang H Fani.

Inflasi yang terjadi di Kabupaten Tabalong ini terendah di antara seluruh kabupatn dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel), “patut kita syukuri bahwa Inflasi tahunan Tabalong sebesar 2,47% tercatat sebagai yang paling rendah di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalsel,” ujarnya.

“Angka inflasi ini bahkan berada cukup jauh di bawah rata-rata inflasi Provinsi Kalsel yang mencapai 3,11 persen, jika dibandingkan dengan inflasi tertinggi yang terjadi di Kota Banjarmasin sebesar 3,29 persen, kondisi harga-harga di Tabalong relatif lebih stabil dan terkendali,” ungkap H Fani.

Sementara itu, lanjutnya untuk indikator ekonomi ketenagakerjaan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 3,48 persen menunjukkan bahwa sekitar 3 dari setiap 100 angkatan kerja di Tabalong tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. “Angka ini menggambarkan kondisi pasar kerja yang cukup menantang dengan peluang kerja yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2025 mencapai 71.05 persen, artinya 71 persen penduduk usia kerja di Tabalong aktif dalam pasar kerja, baik sudah bekerja maupun sedang mencari kerja,” ungkap H Fani.

Tingginya angka TPAK ini, menurut H Fani, menandakan partisipasi ekonomi masyarakat yang cukup baik dan potensi produktif yang besar. “Adapun jumlah penduduk pengangguran dan pencari kerja di Tabalong pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 4.922 jiwa,” ujarnya.

“Angka ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, agar penciptaan lapangan pekerjaan baru dapat mengakomodasi pencari kerja secara optimal,” demikian pungkas Bupati Tabalong H Fani. (ros/K-6)

Iklan
Iklan