Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Tapin

Tapin Jadi Tuan Rumah Studi Komparasi Penurunan Stunting Kalsel

×

Tapin Jadi Tuan Rumah Studi Komparasi Penurunan Stunting Kalsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20251203 WA0027 e1764750545523
Pj Sekda Tapin Unda Absori saat menghadiri sebagai tuan rumah Studi Komparasi Aksi Konvergensi KP3S 2025 di Kabupaten Tapin. (Kalimantanpost.com/Humas Pemkab Tapin)

RANTAU, Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Studi Komparasi Aksi Konvergensi KP3S 2025 di Kabupaten Tapin sebagai tuan rumah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin, Rabu (3/12/2025),

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang menangani program percepatan penurunan stunting.

Kalimantan Post

Studi komparasi ini menjadi tindak lanjut dari hasil penilaian Aksi Konvergensi KP2S 2024 yang ditetapkan pada 20 Oktober 2025. Rekomendasi tersebut menjadi dasar bagi daerah untuk memperkuat intervensi, meningkatkan ketepatan sasaran, dan memastikan efektivitas pelaksanaan program penurunan stunting.

Pj Sekretaris Daerah Tapin, Unda Absori, menyampaikan bahwa penunjukan Tapin sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari capaian konsisten daerah dalam menekan prevalensi stunting selama tiga tahun terakhir.

“Tapin menjadi salah satu daerah dengan penurunan stunting paling signifikan di Kalimantan Selatan. Pengalaman ini bisa menjadi pembelajaran bagi kabupaten/kota lain,” ujarnya.

Data menunjukkan, prevalensi stunting di Tapin turun dari 33,5 persen pada 2021 menjadi 14,5 persen pada 2022. Pada 2023 kembali turun menjadi 14,4 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia. Tahun 2024, angka tersebut menurun lagi menjadi 13,2 persen, terendah di Kalsel. Atas capaian ini, Tapin meraih penghargaan juara pertama Kinerja Aksi Konvergensi dari Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2025.

Unda Absori menekankan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat desa.

“Stunting bukan hanya isu tinggi badan anak. Dampaknya langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu diperlukan pendekatan konvergensi yang menyatukan berbagai intervensi dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Tapin menerapkan audit kasus stunting secara menyeluruh di seluruh desa dan kelurahan. Hasil audit kemudian menjadi rencana tindak lanjut yang digunakan OPD untuk merancang intervensi spesifik dan sensitif.

Baca Juga :  Tapin Bahas Arah Pembangunan 2027, Bupati Tekankan Sinkronisasi Program dan Anggaran

“Pendekatan ini memastikan setiap kasus direspons sesuai penyebabnya. Ini salah satu strategi yang membantu Tapin mencapai penurunan stunting lebih cepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan studi komparasi ini, Unda berharap terjadi pertukaran pengalaman antar daerah.

“Kami siap berbagi data, strategi, dan inovasi yang sudah kami jalankan. Namun kami juga ingin belajar dari praktik baik kabupaten/kota lain untuk memperkuat program di Tapin,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mencapai target penurunan stunting di Kalimantan Selatan.

“Pertemuan ini adalah momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting. Semoga kerja sama antardaerah semakin solid dalam mencapai target penurunan stunting hingga 2045,” ujarnya.

Hadir dalam forum itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Ibnu Sina, Ibu Dr. dr. Meitria Syahadatina Noor, M.
Kes (Universitas Lambung Mangkurat)
Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noorifansyah dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj Fauziah serta penjabat Pemerintah Kab kota Se Kalimantan Selatan.(abd/KPO-3)

Iklan
Iklan