Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Edukasi Berkelanjutan Kunci Atasi Lonjakan Sampah di Kota Banjarmasin

×

Edukasi Berkelanjutan Kunci Atasi Lonjakan Sampah di Kota Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20251203 WA0031 e1764750721542

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Kecamatan Banjarmasin Barat kembali memantapkan langkah penguatan pengelolaan sampah dengan menggelar Sosialisasi Penanganan Sampah tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kecamatan, lurah, RT, RW, tokoh masyarakat, serta komunitas peduli lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menghadapi persoalan sampah yang kian meningkat.

Kalimantan Post

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, yang membuka kegiatan itu menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat. Ia menyebut keterlibatan berbagai unsur adalah modal penting untuk memperkuat upaya pengurangan sampah sejak dari sumber.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran kecamatan, tokoh masyarakat, RT, RW, dan komunitas lingkungan yang berhadir,” ujar Ananda.

Dalam kesempatan itu, Ananda kembali mengingatkan kondisi persampahan Banjarmasin yang memasuki fase krusial usai penutupan TPA Basirih. Kota kini menghasilkan hampir 500 ton sampah per hari, sedangkan kuota pembuangan ke TPA Regional Banjar Bakula hanya 300 ton, sehingga menyisakan ratusan ton sampah yang berpotensi menumpuk setiap hari.

“Dampaknya sudah terlihat di berbagai titik: TPS penuh, TPS liar bermunculan, dan kebersihan lingkungan kita terancam. Ini yang harus kita tangani bersama secara serius,” tegasnya.

Ananda menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan disiplin dan kemauan kuat masyarakat. Ia mencontohkan Kecamatan Banjarmasin Barat yang dinilai cukup aktif melalui program Rumah Pilah, penguatan TPS 3R, serta koordinasi dengan kelurahan dan RT.

“Kita ini sebenarnya bersih dan rapi ketika di rumah sendiri, tapi sering kali berbeda ketika berada di luar rumah. Kesadaran pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari RT, kelurahan, kecamatan, hingga berdampak pada skala kota,” jelasnya.

Baca Juga :  Polresta Banjarmasin Siagakan Randurlap dan Water Treatment, Layani Jamaah Haul ke-6 Guru Zuhdi

“Urusan sampah wajib melibatkan semua kalangan, baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua. Setiap orang harus menjaga dan mengelola sampahnya sendiri,” tambahnya.

Plt Camat Banjarmasin Barat, St Sarah mengakui persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang perlu ditangani secara terukur. Ia menyebut jumlah sampah di Banjarmasin terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara SDM dan peralatan operasional masih terbatas.

“Jumlah sampah terus meningkat, sedangkan kemampuan kita dari segi SDM maupun perlengkapan masih terbatas. Karena itu penting bagi kita untuk belajar mengelola sampah dengan benar, bukan hanya membuangnya begitu saja,” ujar Sarah.

Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah dan menerapkan langkah pengurangan sampah secara mandiri. “Kami berharap kegiatan ini memberi pemahaman lebih luas sehingga upaya pengurangan sampah di kota kita dapat berjalan lebih efektif,” tutupnya. (sfr/KPO-3)

Iklan
Iklan