Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Politika

PDI Perjuangan Kalsel Dorong Gerakan Anak Muda dan Pendidikan Kritis untuk Perubahan Politik

×

PDI Perjuangan Kalsel Dorong Gerakan Anak Muda dan Pendidikan Kritis untuk Perubahan Politik

Sebarkan artikel ini
IMG 20251208 WA0029
Pengurus DPD PDI Perjuangan melakukan pertemuan bersama anggota guna mendorong gagasan baru, Minggu (7/12/2025) malam. (Kalimantanpost.com/Nugie)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan arah barunya saat melakukan pertemuan pengurus DPD PDI Perjuangan Kalsel di Sekretariat Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Minggu (7/12/2025) malam.

Pertemuan yang didominasi oleh anak muda itu menjadi penanda dan bukan hanya sekadar mengejar popularitas menjelang Pemilu, tapi menggerakkan partisipasi warga lewat program yang langsung menyentuh kebutuhan publik.

Kalimantan Post

Partai ini menilai hakikat keberadaan partai politik seharusnya untuk memperjuangkan suara masyarakat. Bukan sekadar memasang atribut, tapi menampung keluhan, menjawab kesulitan, dan memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak. Di tengah situasi politik yang makin keruh dan praktik pemenangan yang kotor, menurut mereka, perubahan pola pikir sudah mutlak.

Untuk menghadapi persoalan itu, PDI Perjuangan Kalsel menekankan perlunya membangun kesadaran kolektif dengan melibatkan warga secara langsung. Mereka menilai kemenangan atau kekalahan bukan hanya soal perolehan suara, tapi juga soal bagaimana kecurangan dan keculasan bisa terjadi di banyak titik.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H M Syaripuddin atau Bang Din, memaparkan rangkaian agenda yang sedang disiapkan untuk mendorong partisipasi publik, khususnya anak muda.

“Untuk membangun kesadaran dan partisipasi warga, kita akan menggelar Red Talks di seluruh kabupaten/kota, kita buka layanan konsultasi kesehatan mental dengan psikolog, pendampingan UMKM, konsultasi hukum, sampai mendampingi kelompok terpinggirkan, termasuk masyarakat adat yang gelisah karena tanah ulayatnya diganggu, kita juga akan menghidupkan dapur gotong royong agar warga merasakan bahwa krisis bisa dihadapi bersama,” ujarnya.

Dominasi anak muda di tubuh pengurus membuat partai ini percaya diri membawa gagasan yang lebih progresif, bukan yang hanya mengejar citra instan. Mereka ingin perubahan digerakkan dari bawah, bukan hanya oleh elite politik.

“Membangun kesadaran kritis jauh lebih penting, setiap pengurus harus bekerja bersama warga, bukan cuma mengurusi elektabilitas, tugas kita memantik partisipasi bermakna,” ujar Noorhalis Majid, selaku Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi.

Komitmen itu kembali ditegaskan oleh Sekretaris DPD, Syairi Mukhlis. Ia menyebutkan forum diskusi, ruang dialog, dan pertemuan warga akan terus digelar secara rutin.

“Anak muda akan jadi penggerak di banyak tempat, dengan kesadaran kritis, tiap persoalan bisa dicari jalan keluarnya lewat gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, Berry Nahdian Furqon, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, mengingatkan agar seluruh kader tetap aktif di lapangan. Ia menekankan bahwa tugas partai bukan hanya hadir saat kampanye, tapi memastikan aspirasi warga tidak berhenti di tengah jalan.

“Keaktifan kader di semua lini itu penting untuk mengembalikan tujuan dasar partai sebagai tempat menyerap aspirasi,” tutupnya. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan