BANJARMASIN, Kalimantanpost.com -Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan menggelar Edukasi Maritim, Literasi dan Inklusi Keuangan untuk peserta didik SMAN 9 Banjarmasin, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan edukasi ini dikemas berbeda, karena para siswa diajak susur Sungai Barito menggunakan Kapal Pinisi Barito River Cruise, berkeliling hingga kawasan Pulau Kembang dengan titik kumpul di Dermaga Pelabuhan Bawang, Basirih, Banjarmasin Selatan.
Program literasi ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dan BI untuk mendekatkan pemahaman mengenai rupiah dan keuangan sejak dini dengan cara yang lebih kreatif, menyenangkan, dan kontekstual dengan karakter daerah sungai di Kalimantan Selatan.
Kepala Bagian Inklusi, Literasi dan Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan Bank Kalsel, Fandry Azhari, mengatakan program ini dirancang untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya memahami nilai rupiah dan peran duit dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya untuk memberikan pelajaran kepada siswa SMA, khususnya yang sudah beranjak dewasa, agar cinta, bangga dan paham rupiah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel merasa berkewajiban berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk memberikan edukasi yang tepat kepada generasi muda, terutama dalam menghadapi perkembangan digitalisasi transaksi.
Pelaksana Pengelolaan Uang Rupiah BI Provinsi Kalimantan Selatan, Fahruddin A.S, memberikan apresiasi atas inisiatif Bank Kalsel yang mengintegrasikan literasi keuangan dengan edukasi maritim.
“Kegiatan ini memberikan pemahaman tambahan tidak hanya mengenai rupiah, tetapi juga edukasi maritim dan literasi keuangan secara menyeluruh. Literasi keuangan sudah seharusnya diajarkan sejak dini, baik secara teori maupun praktik,” jelasnya.
Menurut BI, pengenalan duit rupiah dan cara mengenali keasliannya perlu dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat, khususnya para pelajar, mampu bertransaksi secara aman dan bijaksana.
Selain edukasi mengenai rupiah dan keaslian duit, para peserta didik juga dikenalkan program pembukaan rekening tanpa minimal saldo awal.
Melalui program ini, siswa dapat mulai menabung hanya dengan Rp 1000, sebagai bentuk pembiasaan pengelolaan keuangan sejak usia muda.
Program ini sekaligus melatih siswa untuk mengenali ciri-ciri duitasli dan duit yang diragukan, bijak dalam melakukan transaksi, serta bijak dalam mengelola dan membelanjakan duit.
Kepala SMAN 9 Banjarmasin, Khairul Saleh, menyampaikan terima kasih atas kegiatan edukasi ini.
Menurutnya, metode pembelajaran di luar sekolah melalui susur sungai memberikan pengalaman baru yang bernilai bagi siswa.
“Kegiatan ini membuat para siswa mendapat pemahaman dan mengetahui cara menghargai keuangan. Kami berharap program seperti ini dapat terus diperluas,” jelasnya.
Program edukasi gabungan Bank Kalsel dan BI ini diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan generasi muda serta mendorong inklusi keuangan bagi pelajar, khususnya di daerah yang memiliki karakteristik budaya sungai seperti Banjarmasin. (ADV/KPO-1)















