Area larangan drone diberlakukan untuk drone pihak luar.
MARTAPURA, KP – Tim Induk Sekumpul mengumumkan area larangan terbang drone di acara kegiatan rutin malam Senin, momen 5 Rajab.
Area larangan drone diberlakukan untuk drone pihak luar, kecuali drone Musalla Ar-Raudhah.
Adapun pembatasan udara area larangan drone diumumkan Tim Induk Sekumpul meliputi kawasan utama Langgar Ar-Raudhah Sekumpul, Jalan Sekumpul, Jalan Pendidikan, Jalan Guntung Alaban, dan jalan atau gang penghubung antar jalan utama pusat acara di kawasan Sekumpul.
Pembatasan area larangan terbang pesawat nirawak selain drone resmi Musalla Ar-Raudhah untuk keselamatan jemaah yang mengisi titik-titik acara rutin malam Senin momen 5 Rajab.
[]Siapkan Mini ICU
Sisi lain pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) terus mematangkan kesiapan layanan kesehatan menjelang pengajian rutin momen 5 Rajab Sekumpul.
Seiring semakin dekatnya hari pelaksanaan, jumlah relawan dan titik layanan kesehatan yang disiagakan terus mengalami penambahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Dr. Diauddin, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyiapkan lebih dari 103 titik layanan kesehatan yang tersebar di sejumlah lokasi strategis.
Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan dapat bertambah maupun berkurang, menyesuaikan hasil evaluasi di lapangan.
“Mendekati hari H, relawan yang ikut bertugas semakin banyak.
Saat ini kita sudah menyiapkan lebih dari 103 titik layanan kesehatan.
Namun jumlah ini masih bisa bertambah, dan kemungkinan berkurang juga ada karena terus kita evaluasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain pos layanan kesehatan, Dinkes Kalsel juga menyiapkan fasilitas penunjang untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Beberapa rumah sakit lapangan telah disiapkan, dan ke depan jumlahnya direncanakan akan ditambah di sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan jemaah.
Tak hanya itu, Dinkes Kalsel juga menyiagakan mini Intensive Care Unit (ICU) di titik utama, tepatnya di kawasan depan Mushala Ar Raudah. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan penanganan cepat bagi jemaah yang mengalami kondisi gawat darurat.
“Kita juga menyiapkan mini ICU di titik utama, yaitu di depan Mushala Ar Raudah, agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat jika dibutuhkan,” jelasnya.
Dalam skema penanganan kedaruratan, Dinkes Kalsel turut menyiapkan jalur evakuasi alternatif, termasuk evakuasi melalui jalur irigasi air.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi tetap berjalan lancar di tengah kepadatan jemaah.
Dr Diauddin mengimbau para jemaah dan keluarga agar tidak ragu menyampaikan kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, jumlah petugas medis dan relawan yang disiagakan pada momen 5 Rajab sangat banyak dan siap memberikan pertolongan.
“Kami menghimbau jika ada masalah kesehatan, jangan sungkan untuk memberi tahu.
Petugas dan relawan sangat banyak dan siap membantu,” katanya.
Berkaca dari pelaksanaan kegiatan sebelumnya, Dinkes Kalsel mencatat beragam kasus kesehatan yang sempat ditangani, mulai dari kelelahan hingga kondisi khusus.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, petugas medis pernah menangani jemaah yang melahirkan di tengah pelaksanaan kegiatan.
“Pada kegiatan sebelumnya, banyak kasus yang kita temui, bahkan ada yang melahirkan.
Ini wajar karena semangat jemaah sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, khususnya bagi jemaah lanjut usia, agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Untuk yang sudah lanjut usia, biasanya anak-anaknya yang mengingatkan.
Ini penting agar semua bisa mengikuti kegiatan dengan aman dan lancar,” pungkas dr Diauddin. (*/mns/K-2)














