Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Pasokan Terganggu Sebabkan Harga Bawang Merah dan Putih Melonjak

×

Pasokan Terganggu Sebabkan Harga Bawang Merah dan Putih Melonjak

Sebarkan artikel ini
7 HL Pasokan Terganggu Harga Bawang Melonjak 3klm
JUAL BAWANG - Para pedagang di Pasar Harum Manis Banjarmasin menjual bawang merah dan bawang putih. (KP/Opiq)

Kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah sentra produksi bawang di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir di lahan pertanian sehingga mengganggu proses panen dan berdampak pada berkurangnya pasokan ke Kalsel.

BANJARMASIN,, KP – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Banjarmasin kembali mengalami penyesuaian ke atas. Khususnya komoditas bawang merah dan bawang putih yang tercatat mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir, seiring mendekatnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kalimantan Post

Seperti di Pasar Harum Manis, Jalan Pasar Baru, Banjarmasin Tengah, yang merupakan pusat penjualan bawang, menunjukkan harga bawang merah kini berada pada kisaran Rp38 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram di tingkat grosir atau partaian. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pekan lalu yang masih berkisar di harga Rp35 ribu per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi pada bawang putih. Komoditas ini mengalami lonjakan cukup signifikan, dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram di tingkat pengecer.

Pedagang menyebutkan, kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah sentra produksi bawang di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir di lahan pertanian sehingga mengganggu proses panen dan berdampak pada berkurangnya pasokan ke Kalsel.

Selain itu, peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun turut mendorong naiknya harga. Bawang merah dan bawang putih menjadi bumbu dapur utama yang permintaannya cenderung meningkat saat memasuki momentum perayaan besar.

Gangguan pada jalur distribusi juga memperparah situasi. Cuaca buruk menyebabkan pengiriman bawang dari luar daerah tersendat, sehingga ketersediaan stok di pasar tradisional menjadi terbatas.

Baca Juga :  Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

Herman, pedagang bawang di Pasar Harum Manis, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir. Meski demikian, ia mengaku harga bawang habang dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan tren penurunan.

“Kenaikan mulai terasa minggu lalu, tapi sekarang sudah sedikit turun. Saat hujan deras kemarin, banyak pasokan terlambat masuk karena banjir,” ungkapnya, Rabu (17/12).

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih hingga kini masih bertahan di level tinggi, yakni sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, Nunung warga Handil Bakti, Batola, mengaku kenaikan harga cukup memberatkan. Ia menilai lonjakan paling terasa terjadi pada bawang putih yang harganya naik cukup jauh dibandingkan sebelumnya.

“Hampir semua kebutuhan naik, terutama bawang merah dan bawang putih. Biasanya beli lebih murah, sekarang harganya jauh lebih tinggi,” katanya.

Nunung berharap, harga bawang ini akan kembali normal untuk menjaga daya beli masyarakat, serta mencegah kepanikan menjelang perayaan akhir tahun.(Opq/K-4)

Iklan
Iklan