BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Meski banjir rob masih menggenangi kawasan Banjarmasin Timur hingga setinggi lutut, hal itu tak menyurutkan langkah tujuh anggota DPRD Kota Banjarmasin dari daerah pemilihan Banjarmasin Timur untuk turun langsung menyambangi warga Kelurahan Kuripan, Minggu pagi (11/1/2026).
Para wakil rakyat tersebut yakni Hj Noorlatifah (Golkar), Husaini (Gerindra), Ferry Hidayat (PKB), Muhammad Mustaqim (NasDem), Syamsul Arifin (PKS), dan Muhammad Makmur (Demokrat). Dengan menggunakan sepeda motor, mereka menerobos genangan air menuju permukiman warga di RT 28, RT 18, dan RT 17 Kelurahan Kuripan.
Selain menyapa warga, para anggota dewan juga menyerahkan bantuan sembako serta mendistribusikan obat-obatan, termasuk salep gatal, bagi warga yang terdampak banjir rob yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Tak sekadar menyerahkan bantuan, para wakil rakyat yang didampingi Camat Timur Dr Eka Rahayu Normasari ST, MM, Masi dan sejumlah ASN dari Kecamatan Timur juga menyempatkan diri berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit yang masih tergenang air.
Mereka mendengarkan langsung keluhan warga yang sejak awal banjir hingga kini masih bertahan dengan genangan air yang tak kunjung surut.
Salah seorang warga RT 18 Kelurahan Kuripan, Nenek Sarly, mengaku bersyukur atas kunjungan anggota DPRD Kota Banjarmasin. Namun ia berharap ada solusi konkret agar banjir rob segera surut.
“Sungguh kami sangat berterima kasih sudah dikunjungi. Harapan kami ada solusi supaya air banjir yang menggenangi jalan dan rumah bisa cepat turun,” ujarnya sambil menunjuk halaman rumahnya yang masih tergenang air setinggi setengah lutut.
Keluhan serupa disampaikan Ibu Nana, warga RT 17 Kelurahan Kuripan. Ia mengapresiasi bantuan sembako yang diterima warga, namun menegaskan persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah lamanya air banjir rob surut.
“Kami bersyukur bantuan sudah disalurkan. Tapi banjir ini lambat sekali surut. Kami juga berharap jalan di lingkungan kami bisa ditinggikan supaya banjir tidak sampai berminggu-minggu seperti ini,” ungkapnya.
Kondisi banjir yang cukup parah juga terlihat di RT 18, terutama di kawasan gang pemukiman. Beberapa rumah sempat terendam air hingga setinggi paha selama hampir sepekan. Meski kini air mulai berangsur surut, halaman rumah warga masih tergenang setinggi lutut.
Ketua RT 18 Kelurahan Kuripan, Masrupah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut banjir sudah berlangsung lebih dari 10 hari dan air sangat lambat surut.
“Kami berharap anggota DPRD bisa memperjuangkan perbaikan drainase dan peninggian jalan. Kalau ke depan banjir datang lagi, setidaknya air bisa lebih cepat surut,” katanya.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Banjarmasin H. Husaini dari Partai Gerindra mengakui bahwa banjir rob kali ini tergolong paling lama dan lambat surutnya dibanding sebelumnya.
“Ke depan kami bersama pemerintah kota akan mencari solusi, mulai dari memfungsikan kembali drainase yang tersumbat hingga mengawal normalisasi sungai yang menjadi salah satu penyebab lambatnya air surut di permukiman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mitigasi banjir, di antaranya dengan menurunkan pasukan Turbo serta melakukan pengecekan dan pembersihan drainase di sejumlah kawasan terdampak banjir rob.
Sementara itu, Hj Noorlatifah dari Partai Golkar mengaku haru melihat langsung kondisi warga terdampak banjir di Banjarmasin Timur. Menurutnya, bantuan jangka pendek seperti sembako memang sangat dibutuhkan, namun solusi jangka menengah dan panjang tak kalah penting.
“Sekarang bantuan sembako sangat tepat. Tapi yang lebih penting adalah mitigasi banjir. Drainase harus dioptimalkan, disedot jika air lambat turun, dan diperbaiki. Untuk jangka panjang, semua drainase harus terintegrasi dan sungai-sungai di Kota Banjarmasin perlu dinormalisasi,” tegasnya.
Ia bahkan mengusulkan agar ke depan setiap bangunan rumah dilengkapi sumur resapan sebagai bagian dari upaya mengurangi genangan air di kawasan permukiman. (nau/KPO-1)














