Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Tinjau Sungai Gampa Hingga Kampung Sasirangan, Wali Kota Yamin Dorong Normalisasi Sungai sebagai Solusi Banjir Berkelanjutan

×

Tinjau Sungai Gampa Hingga Kampung Sasirangan, Wali Kota Yamin Dorong Normalisasi Sungai sebagai Solusi Banjir Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Hal 5 3 KLM Kontrak 1 1
KUNJUNGI - Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara. (KP/Medcent)

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam penanganan banjir, khususnya di kawasan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Hal tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, ke wilayah terdampak banjir yang berada di kawasan perbatasan dan tergolong terpencil, Jumat (9/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara. Kehadiran pemerintah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian kepada sekitar 160 kepala keluarga yang terdampak banjir di kawasan Sungai Gampa.

Kalimantan Post

Selain meninjau kondisi sungai dan permukiman warga, rombongan juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat sebagai respons cepat atas musibah banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga serta menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir hingga ke wilayah pinggiran kota.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Bantuan ini juga dari Bank Kalsel, semoga bisa memberi manfaat bagi warga,” ujar Wali Kota Yamin.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur Sungai Gampa yang berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang di kawasan tersebut.

“Dari peta geospasial terlihat ada beberapa titik menuju Sungai Alalak yang mengalami penyempitan dan kemungkinan pendangkalan. Ini ke depan akan menjadi prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi sungai,” jelasnya.

Normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung ke Sungai Alalak diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air, memperlancar aliran sungai, serta mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak pada permukiman warga dan fasilitas umum, termasuk sekolah.

Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Tinjau Progres Pengerukan di Pulau Insan dan Sungai Belitung

Dalam dialog bersama warga dan pihak sekolah, muncul aspirasi terkait sekolah dasar di wilayah tersebut yang kerap terdampak genangan air. Usulan peninggian bangunan sekolah turut disampaikan, namun Wali Kota menegaskan bahwa persoalan banjir harus diselesaikan secara menyeluruh.

“Kalau hanya bangunannya yang ditinggikan, sementara sungainya tidak dibenahi, maka masalah banjir tidak akan selesai. Harapan kita, dengan pembukaan dan pendalaman sungai, ke depan sekolah-sekolah tidak lagi tergenang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air, karena hal tersebut berdampak langsung pada genangan dan banjir.

Penanganan Sungai Gampa, lanjut Yamin, membutuhkan kolaborasi lintas pemerintah, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat, serta kabupaten/kota lain yang aliran sungainya terhubung dengan Kota Banjarmasin.

“Normalisasi sungai membutuhkan biaya besar. Ini harus menjadi kerja bersama. Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air yang baik saat debit air tinggi,” pungkasnya.

Usai meninjau Sungai Gampa, Wali Kota Banjarmasin melanjutkan agenda ke Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah. Di lokasi tersebut, banjir tercatat berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga, dengan kondisi genangan yang masih mengganggu aktivitas warga. Pemerintah Kota memastikan pemantauan terus dilakukan serta penanganan darurat dan lanjutan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.(nau/K-5)

Iklan
Iklan