BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pelari nasional asal Barabai, Kalimantan Selatan yang meraih medali emas lari gawang 100 meter putri di SEA Games 2025 Thailand dan PON XXI di Aceh – Sumut 2024, Dina Aulia mengajukan surat permohonan mutasi ke Ketua Umum Pengprov PASI Kalimantan Selatan tertanggal 4 Desember 2025 lalu untuk pindah ke DKI Jakarta.
Dina mengajukan permohonan mutasi sebagai atlet dari Pengprov PASI Kalimantan Selatan ke Pengprov PASI DKI Jakarta.
Dijelaskan Dina, dikutip dari surat pengajuan mutasi pada Selasa (13/1/2026), pengajuan ini disampaikan berdasarkan SK KONI Pusat No. 75 Tahun 2022 tentang Mutasi Atlet,
di mana pasal 3 menyatakan bahwa mutasi atlet menganut asas domisili.
“Pasal 4 menyatakan bahwa setiap atlet berhak melakukan mutasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di surat itu, Dina mengungkapkan dirinya berdomisili di Jakarta untuk keperluan pendidikan (kuliah di Perbanas Jakarta) dan menjalani kegiatan latihan.
“Sejak menempuh pendidikan di Jakarta, saya tidak lagi berada dalam program pembinaan rutin maupun
menerima fasilitas pembinaan dari daerah asal,” ungkapnya.
Dengan demikian, sesuai ketentuan mutasi KONI
Pusat, dirinya memenuhi syarat untuk mengajukan perpindahan domisili pembinaan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang telah diberikan
selama saya menjadi bagian dari Pengprov PASI Kalimantan Selatan. Saya berharap Pengprov dapat
memberikan persetujuan agar saya dapat melanjutkan karier dan pembinaan atletik di Pengprov PASI DKI Jakarta,” tulis Dina.
Surat mutasi tersebut dengan tembusan ke Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan, Ketua Umum KONI DKI Jakarta dan Ketua Umum PASI DKI Jakarta.
Terkait dengan pengajuan mutasi tersebut, saat Dina dihubungi lewat WA di Jakarta, hanya membalas dengan ucapan waalaikumsalam saja.
Namun, sebelumnya ketika Dina ditemui kembali ke Banua, tepatnya di Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru pada Minggu (21/12/2025) lalu, menyampaikan beberapa uneg-unegnya ke wartawan Kalimantan Post.
“Saya sangat senang dan gembira dengan antusiasnya masyarakat Kalsel atas keberhasilannya meraih medali emas, khususnya warga Barabai,” ujar pelari kelahiran Desa Banua Hanyar Kecamatan Pandawan, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Agustus 2003 ini.
Namun, perhatian pemerintah Kalsel dan pihak terkait terhadap dirinya yang sedang berlatih dan mempersiapkan diri untuk membawa nama harum Banua diberbagai event nasional dan internasional dirasakannya masih kurang.
“Untuk biaya mengikuti kejuaraan atletik di event internasional, saya harus mengeluarkan dari kantong pribadi. Uang tersebut merupakan simpanan dari bonus meraih juara. Bila dipakai terus-terusan bakal habis uang pribadi saya,” paparnya.
Menurut Dina, untuk mempertajam catatan waktunya, tidak bisa lagi mengikuti kejuaraan nasional. “Bukan saya sombong, di tingkat nasional tidak ada lagi saingan. Satu-satunya jalan, saya harus banyak mengikuti event internasional di luar negeri dan itu perlu biaya besar,” ungkapnya.
Dina mengakui, dirinya memang mendapat bantuan dana pembinaan dari Pemkab Hulu Sungai Tengah, tapi masih belum cukup untuk keperluan sehari-hari dan berlatih di Jakarta, termasuk mengikuti even di luar negeri.
Menurutnya, itu tak mungkin terus-terusan nombok atas biaya pribadi dan dana dari Pemkab HST karena biayanya cukup besar. Harus ada bantuan dari berbagai pihak.
Dia juga mengeluhkan dalam pembagian dana hibah cabang olahraga tak sesuai dengan torehan perolehan medali di PON XXI 2024 lalu.
“Masa kami yang meraih tiga medali emas di PON XXI 2024 lalu dapat dana hibah lebih kecil dibanding cabor lain yang dapat emas lebih sedikit, bahkan tak mendapat emas,” ujarnya.
Seandainya dana yang diberikan lebih besar, membuat atlet atketik yang berlatih di Jakarta lebih tenang dalam latihan sekaligus biaya sehari-hari, kuliah maupun mengikuti event kejuaraan internasional.
Seharusnya, lanjut dia, dalam pembagian dana hibah ke cabang olahraga sesuai torehan medali di PON XXI 2024 lalu.
Dina sendiri penyumbang dua medali emas di PON XXI 2024 lalu buat Kalsel melalui nomor andalannya lari gawang 100 meter putri dan nomor bergengsi 100 meter putri.
Sementara itu salah satu pengurus Pengprov PASI Kalsel yang dihubungi secara terpisah tak mau berkomentar terkait pengajuan mutasi Dina Aulia. (ful/KPO-3)














