Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Banjarbaru dan Banjarmasin

×

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Banjarbaru dan Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 2 5
REVITALISASI- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Pondok Pesantren Ma’ad Putera, Banjarbaru, Senin (12/1/2026), didampingi Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra dan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby. (KP/Devi)

Banjarbaru, KP – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Kegiatan peresmian dipusatkan di Pondok Pesantren Ma’ad Putera, Banjarbaru.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra serta Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.

Kalimantan Post

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Revitalisasi sekolah dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, dengan ruang kelas dan lingkungan sekolah yang nyaman sehingga anak-anak memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik bangunan sekolah, revitalisasi juga dibarengi dengan program digitalisasi pembelajaran melalui panel interaktif (Interactive Flat Panel/IFP) serta program makan bergizi gratis bagi peserta didik.

“Kalau sarana prasarana itu ibarat membangun badan, maka yang tidak kalah penting adalah membangun jiwanya. Jiwa pendidikan adalah semangat belajar, motivasi, dan kesungguhan untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga fokus pada peningkatan kualitas guru melalui program pendidikan lanjutan dan beasiswa. Guru yang belum berpendidikan S1 diberikan kesempatan mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) agar dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun.

“Setiap guru yang mengikuti program ini mendapatkan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester. Harapannya, peningkatan kualifikasi ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan guru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah di Kalimantan Selatan pada 2025 didukung usulan anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sebesar sekitar Rp232 miliar.

Baca Juga :  Cempaka Diproyeksikan Jadi Living Museum

“Anggaran tersebut mencakup PAUD sebanyak 26 sekolah, SD 86 sekolah, SMP 78 sekolah, SMA 29 sekolah, SMK 25 sekolah, dan SLB enam sekolah,” ungkap Galuh.

Ia menjelaskan, kewenangan pengelolaan pendidikan dibagi antara kabupaten/kota untuk PAUD, SD, dan SMP, serta provinsi untuk SMA, SMK, dan SLB. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah pusat.

“Kami sangat menyambut baik dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, karena kebutuhan revitalisasi fisik sekolah di Kalimantan Selatan sangat besar,” ujarnya.

Galuh menambahkan, prioritas utama revitalisasi ke depan adalah sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir. Data kerusakan dihimpun berbasis data melalui dokumentasi foto dan laporan digital untuk menentukan skala prioritas.

“Estimasi sementara biaya perbaikan sekolah terdampak banjir mencapai sekitar Rp319 miliar. Penentuan prioritas akan dilakukan setelah pengecekan lapangan ketika kondisi banjir sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, pihaknya kembali mengusulkan tambahan anggaran revitalisasi dengan fokus pada sekolah rusak berat dan sekolah di wilayah terdampak bencana, guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kalimantan Selatan. (Dev/K-5)

Iklan
Iklan