BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian terjadi di dalam demontrasi, di depan Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (15/1/2026) sore.
Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalsel berusaha memasuki halaman Gedung DPRD Kalsel, namun dihadang pengamanan dari Poltabes Banjarmasin.
Aksi saling dorong tersebut dipicu tidak adanya wakil rakyat menemui aksi demontrasi terkait penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat DPRD yang bergulir belum lama ini.
Setelah sempat berorasi menyampaikan tuntutan, massa dari sejumlah kampus di Kalimantan Selatan mendesak untuk berdialog langsung dengan anggota legislatif.
Namun hal tersebut tidak dapat dipenuhi karena bertepatan dengan agenda reses yang berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Situasi semakin memanas ketika massa bergerak maju menuju pagar masuk Gedung DPRD Kalsel. Aparat yang berjaga dan bertameng lengkap pun bersiaga di titik tersebut.
Dua petugas kepolisian mendapat perawatan karena diduga mendapat pukulan saat menghalau masuknya peserta aksi, yang berlangsung sekitar 10 menit.
Bahkan aksi tersebut menyebabkan pagar di pintu masuk sebelah kiri copot.
Sempat tenang sebentar, aksi mahasiswa kembali berupaya masukke halaman gedung wakil rakyat, dan akhirnya dapat ditenangkan dengan anggota Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan NB.
Hingga berita ini diturunkan, massa terpantau masih berorasi di depan Gedung DPRD Kalsel dan menuntut segera ditemui anggota dewan. (lyn/KPO-4).















