Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Sebulan Terendam, Ketua DPRD Kalsel Supian HK Sambangi Warga Samurung yang Terkurung Banjir

×

Sebulan Terendam, Ketua DPRD Kalsel Supian HK Sambangi Warga Samurung yang Terkurung Banjir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260117 WA0005

DANAU PANGGANG – Air tidak hanya menenggelamkan halaman rumah. Di Desa Samurung, Kecamatan Danau Panggang, Hulu Sungai Utara (HSU), banjir seolah mengurung kehidupan.

Bahkan sudah sebulan lebih warga bertahan di tengah genangan yang tak kunjung surut, dengan akses jalan utama yang putus total. Desa pun terasa seperti “pulau” yang terjebak dalam kepungan air.

Kalimantan Post

Dalam kondisi seperti itulah Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H Supian HK, Kamis (15/01/2026) datang menyambangi warga.

Politisi senior Partai Golkar itu menembus banjir untuk memastikan langsung situasi di lapangan—melihat, mendengar, sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat yang masih bertahan di rumah masing-masing.

“Banjir ini sudah lama. Warga perlu perhatian dan uluran tangan bersama,” menjadi pesan yang terasa kuat dari kehadiran Supian HK, yang datang tidak sekadar untuk kunjungan simbolik.

Warga Samurung kini mengalami keterbatasan akses yang jauh dari kata normal. Jika kondisi biasa, perjalanan menuju Kota Amuntai dapat ditempuh cukup mudah dengan kendaraan darat. Namun banjir yang berkepanjangan membuat jalur transportasi terputus.
Jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga tak lagi bisa dilalui.

Satu-satunya cara untuk keluar masuk desa adalah menggunakan speedboat, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk menembus air menuju titik akses yang masih memungkinkan.

Di tengah keterbatasan itu, urusan sehari-hari menjadi lebih berat. Warga bukan hanya kesulitan bepergian, tetapi juga menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan anak-anak.

“Kalau sudah seperti ini, rasanya bukan cuma banjir, tapi benar-benar mengunci hidup kami,” keluh salah seorang warga setempat, menggambarkan betapa panjangnya hari-hari yang harus dilalui di tengah genangan.
{{Membawa Ribuan Paket}}

Kedatangan Supian HK tidak hanya untuk mendata kondisi warga terdampak, tetapi juga membawa bantuan nyata. Sebanyak 4.500 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir, termasuk warga di wilayah sekitar yang juga merasakan dampaknya.

Baca Juga :  Meski Diguyur Hujan Lebat, Ketua TP PKK Kalsel Turun Langsung Salurkan Bantuan Banjir di Sungai Rangas

Bantuan tersebut dibagikan untuk warga yang terendam di Desa Samurung dan sekitarnya, termasuk masyarakat di kawasan Paminggir, wilayah yang berada di bagian rawan banjir Kabupaten HSU.

Bagi warga yang sudah berminggu-minggu hidup dengan genangan, bantuan itu bukan sekadar barang. Ia adalah bukti bahwa mereka tidak sendirian—bahwa masih ada yang datang, masih ada yang peduli, masih ada yang mendengar.

Di beberapa rumah, warga menerima bantuan dengan wajah lelah, namun mata yang menyimpan rasa lega. Di tengah keterbatasan persediaan, setiap paket sembako menjadi harapan kecil agar dapur tetap mengepul dan keluarga tetap bertahan.

Dan untuk menjangkau wilayah lebih jauh, perjalanan pun tidak ringan. Bahkan untuk tiba menuju Kecamatan Paminggir—daerah yang berada di perbatasan Kalimantan Tengah—rombongan harus menggunakan transportasi air.

Perjalanan menuju lokasi tersebut ditempuh sekitar 1 jam menggunakan supit boat, menyusuri aliran dan hamparan banjir yang luas. Air menutup banyak batas. Yang tersisa hanyalah jalur sungai, arus, dan ketekunan.

Banjir di wilayah ini bukan sekadar genangan musiman. Di beberapa titik, air bertahan cukup lama, menutup jalan, halaman rumah, bahkan memaksa aktivitas masyarakat berubah total. Transportasi air menjadi cara utama agar kebutuhan hidup tetap berjalan.

Kondisi banjir berkepanjangan ini menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya soal air yang naik, tetapi juga tentang daya tahan manusia yang diuji setiap hari. Ketika banjir berlangsung lama, beban warga tidak lagi hanya fisik, tetapi juga mental.

Sebagian warga mulai kehabisan persediaan. Sebagian lainnya terpaksa mengurangi aktivitas karena akses terbatas. Anak-anak pun harus hidup dalam situasi yang tidak normal—bermain di sekitar air, tidur dengan suara arus, dan belajar dalam keadaan serba sulit.

Baca Juga :  Banjar Data Ulang Wilayah Blank Spot Sinyal

Melalui kunjungan ini, Supian HK turut menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan kebutuhan paling mendesak bisa segera ditangani. Ia menegaskan, perhatian terhadap korban banjir tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, namun juga langkah jangka panjang agar kejadian serupa tidak selalu berulang dan menyulitkan warga.

Di Samurung, banjir memang menutup jalan. Tetapi warga berharap, kepedulian jangan ikut terputus. Kunjungan Ketua DPRD Kalsel ini menjadi tanda bahwa masih ada tangan yang meraih, masih ada langkah yang datang meski harus menembus air, ungkap Politisi Partai Golkar yang berasal Dapil Kabupaten Amuntai ini.

Saat bantuan dibagikan, suasana haru terasa di antara warga. Sebab bagi mereka, kunjungan itu bukan sekadar angka ribuan paket. Ini tentang perhatian yang menembus isolasi, tentang suara masyarakat kecil yang akhirnya didengar.

Banjir akan surut suatu saat nanti. Namun yang paling warga butuhkan hari ini adalah keyakinan: bahwa mereka tidak dibiarkan bertahan sendiri di tengah “penjara air” yang belum juga membuka jalan pulang.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan