Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Disperdagin Bina Lebih dari 5.000 IKM, SIDIN dan TEKO Jadi Basis Data dan Konsultasi Terpadu

×

Disperdagin Bina Lebih dari 5.000 IKM, SIDIN dan TEKO Jadi Basis Data dan Konsultasi Terpadu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260119 WA0010
KONSULTASI - Pelaku IKM melakukan konsultasi dan pembinaan di Disperdagin Kota Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/zahidi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) terus memperkuat pembinaan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM).

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 IKM telah menjadi binaan Disperdagin dan terdata dalam Sistem Informasi Data Industri (SIDIN) sebagai basis perencanaan dan pengembangan industri daerah.

Kalimantan Post

Sekretaris Disperdagin, Nor Syahdi, mengatakan, SIDIN berfungsi sebagai instrumen penting untuk memetakan kondisi riil IKM, mulai dari jenis usaha, skala produksi, hingga kebutuhan pendampingan.

“Saat ini IKM binaan Disperdagin sudah lebih dari 5.000, dan semuanya kami dorong untuk masuk dalam SIDIN. Data ini sangat penting agar pembinaan tidak bersifat umum, tetapi tepat sasaran,” ujar Nor Syahdi.

Selain pendataan, Disperdagin juga membuka layanan konsultasi terbuka bagi seluruh pelaku IKM. Setiap IKM yang datang dapat melakukan konsultasi langsung terkait berbagai aspek usaha, mulai dari legalitas hingga peningkatan kualitas produk.

“IKM yang datang bisa berkonsultasi langsung, baik terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, maupun pembuatan merek. Kami dampingi sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha,” jelasnya.

Menurut Nor Syahdi, pendampingan legalitas usaha menjadi fondasi penting agar IKM dapat naik kelas dan memiliki akses lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, serta program pemerintah.

Sementara itu, untuk kebutuhan desain produk dan pengemasan, Disperdagin mengarahkan pelaku IKM ke Rumah Kemasan sebagai fasilitas pendukung yang secara khusus menangani aspek visual dan kemasan produk.

“Untuk desain dan kemasan, kami arahkan ke Rumah Kemasan. Di sana pelaku IKM bisa mendapatkan pendampingan yang lebih teknis dan profesional agar produknya memiliki daya saing di pasar,” katanya.

Ia menegaskan, sinergi antara Disperdagin, SIDIN, dan TEKO (Tempat Konsultasi) serta Rumah Kemasan merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem industri kecil yang berkelanjutan, tidak hanya menambah jumlah IKM, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Baca Juga :  ULM Tingkatkan Kualitas SDM Protokoler

Ke depan, Disperdagin mendorong pelaku IKM agar lebih aktif memanfaatkan layanan konsultasi dan fasilitas pembinaan yang telah disediakan.

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi IKM untuk datang, berkonsultasi, dan berkembang bersama. Pemerintah hadir untuk mendampingi, tinggal bagaimana pelaku usaha memanfaatkannya,” pungkasnya. (sfr/KPO-4).

Iklan
Iklan