Banjarmasin, KP – Pernyataan Bupati Barito Kuala (Batola) yang viral di media sosial dan menyebut penyempitan Sungai Alalak sebagai penyebab banjir memicu respons warga Alalak Tengah.
Sebagai bentuk keberatan sekaligus klarifikasi, warga Alalak Tengah yang diwakili tokoh masyarakat dan pengusaha galangan kayu, H. Maulana, memasang spanduk di kawasan galangan kayu miliknya.
Spanduk tersebut berisi tuntutan kejelasan dan tindak lanjut atas pernyataan Bupati yang telah beredar luas di ruang publik.
Pasca pemasangan spanduk, Bupati Barito Kuala mendatangi lokasi untuk melakukan silaturahmi dan dialog dengan tokoh masyarakat serta warga setempat. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan.
Namun, dalam konfirmasi kepada media, Bupati Barito Kuala tidak menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dinyatakan clear atau selesai.
Tidak ada pernyataan resmi yang menegaskan bahwa inti persoalan telah dituntaskan melalui dialog tersebut.
Sementara itu, H. Maulana menegaskan bahwa pasca dialog, persoalan masih mengambang.
Menurutnya, dialog memang telah dilakukan dan menyentuh beberapa hal, namun belum menghasilkan solusi yang jelas dan resmi dari pihak yang berwenang.
Ia menyatakan, spanduk tersebut tidak akan diturunkan hingga terbit solusi konkret dari pihak berwenang. Menurutnya, spanduk tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan media edukasi, baik bagi dirinya, masyarakat luas, maupun pihak-pihak yang sebelumnya menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Lebih lanjut, H. Maulana berharap ke depan ada solusi konkret yang disusun berdasarkan basis data dan kajian teknis, sehingga penanganan persoalan sungai dan banjir tidak lagi bersandar pada asumsi, melainkan pada fakta, kewenangan dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. (sfr/K-2)















