Banjarmasin, KP – Iklim investasi di Kota Banjarbaru terus menunjukkan tren positif.
Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kota Idaman tercatat menembus angka Rp1,029 triliun. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan dan menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah investasi di Banjarbaru.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarbaru, Bambang Supriyanto, menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya realisasi investasi di Banjarbaru berhasil menembus angka Rp1 triliun.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Banjarbaru tahun 2025 berhasil melampaui Rp1 triliun.
Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, target investasi yang ditetapkan Pemerintah Kota Banjarbaru sebesar Rp410 miliar, sementara target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berada di angka Rp710 miliar.
Dengan capaian Rp1,029 triliun, realisasi investasi melampaui target kota hingga 251,20 persen dan mencapai 144,98 persen dari target provinsi.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, turut mengapresiasi kinerja DPMPTSP Banjarbaru beserta seluruh instansi terkait atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan pelayanan perizinan di Kota Banjarbaru,” ujar Lisa Halaby, Rabu (21/1).
Ia juga meminta agar dilakukan pemetaan secara rinci terhadap sektor-sektor penyumbang investasi, mulai dari sektor jasa, perdagangan, hingga infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN).
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penentuan arah dan fokus kebijakan investasi pada tahun 2026.
Selain itu, ia menekankan agar peningkatan investasi yang signifikan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi investasi.
“Publikasi capaian investasi ini perlu terus digencarkan melalui media massa dan media sosial resmi Pemko Banjarbaru untuk menarik minat investor yang lebih luas,” tambahnya.
Bahkan mengingatkan jajaran dinas terkait untuk terus memperkuat pelayanan perizinan berbasis digital agar iklim investasi yang kondusif dapat terus terjaga dan meningkat di tahun-tahun mendatang.(dev/K)















