Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

ULM Buka Enam Prodi Spesialis dan Subspesialis Kedokteran

×

ULM Buka Enam Prodi Spesialis dan Subspesialis Kedokteran

Sebarkan artikel ini
IMG 20260126 WA0020 e1769419514561
PERESMIAN - Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri melakukan potong tumpeng menandai dibukanya enam prodi spesialis dan subspesialis di FKIK. (Kalimantanpost.com/repro humas ULM).

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membuka enam program studi baru di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Peresmian tersebut ditandai dengan syukuran dan pemotongan tumpeng yang dipimpin Rektor ULM Prof H Dr Ahmad Alim Bachri, Senin (26/1/2026), di Banjarbaru.

Kalimantan Post

Pembukaan program studi ini menyusul terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 76/B/O/2026 tentang izin pendirian lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan satu Program Subspesialis di FKIK ULM.

Enam program studi tersebut meliputi Spesialis Patologi Klinik, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, Spesialis Patologi Anatomi, Spesialis Radiologi, Spesialis Urologi, serta Subspesialis Penyakit Dalam.

Rektor ULM mengapresiasi sekaligus rasa bangga atas capaian FKIK ULM yang dinilai sangat strategis, tidak hanya bagi universitas, tetapi juga bagi penguatan layanan kesehatan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan dan Indonesia bagian luar Pulau Jawa.

IMG 20260126 WA0021

“ULM mendapat kepercayaan besar dari Kemendiktisaintek yang bersinergi dengan Kementerian Kesehatan untuk membuka pendidikan dokter spesialis,” kata Prof Ahmad.

Ditambahkan, di regional Kalimantan, perguruan tinggi lain rata-rata hanya memperoleh satu program, sementara ULM dipercaya membuka enam program sekaligus,.

Prof Ahmad menambahkan, pembukaan program Subspesialis Penyakit Dalam menjadi yang pertama bagi FKIK ULM dan sekaligus menambah total program pendidikan dokter spesialis FKIK menjadi 14 program studi.

Capaian ini menegaskan kesiapan ULM dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana dalam mengembangkan pendidikan dokter spesialis.

Rektor juga menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran diberi ruang membuka pendidikan dokter spesialis sesuai kapasitas dan kualitas SDM.

“Diharapkan pembukaan program ini dapat mengurangi ketimpangan distribusi dokter spesialis di daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  UNISKA Kembangkan Potensi Desa Sungai Teras Dalam, Ikan Rabuk Saluang Disulap Jadi Produk Unggulan UMKM

Selain itu, ULM diharapkan menjadi episentrum pengembangan pendidikan kedokteran spesialis, khususnya untuk wilayah di luar perkotaan.

Meski demikian, Rektor mengingatkan, capaian tersebut juga membawa tantangan besar, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, kesiapan akreditasi, hingga penguatan kualifikasi sumber daya manusia di masing-masing program studi.

“Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata. Kita dituntut menjaga kualitas pendidikan, menyiapkan akreditasi, serta memastikan keberlanjutan pengembangan SDM,” ujarnya.

Prof Ahmad juga mendorong calon mahasiswa program spesialis memanfaatkan skema beasiswa dari pemerintah daerah maupun LPDP.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lanjutan dengan Kementerian Kesehatan serta Kemendiktisaintek terkait dukungan fasilitas pendidikan.

Di sisi lain, dosen bergelar doktor di lingkungan FKIK ULM didorong untuk segera mengusulkan diri sebagai guru besar guna memperkuat kapasitas institusi.

Dengan dibukanya enam program studi baru ini, ULM menegaskan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang bermutu dan berdampak luas bagi masyarakat. (adv/lyn/KPO-4)

Iklan
Iklan