Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kesehatan

Dukung Perkembang Fisik dan Kognitif, Penuhi Gizi Seimbang Anak Sejak Dini

×

Dukung Perkembang Fisik dan Kognitif, Penuhi Gizi Seimbang Anak Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
IMG 20260129 WA0037
Ilustrasi gizi seimbang (Antara/Shutterstock)

JAKARTA, Kalimantanpost.com -Pemberian gizi seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak ibu mengandung (masa kehamilan) hingga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Waktu paling krusial disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak kehamilan atau 270 hari, usia 0–2 tahun atau 730 hari,” kata Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Kalimantan Post

Ia juga menambahkan, gizi juga sebaiknya dicukupi sejak usia balita dan prasekolah yakni pada usia 2–5 tahun yang merupakan fase eksplorasi dan perkembangan bahasa.

Kemudian pada usia sekolah, yakni fase belajar intensif, butuh energi dan nutrisi untuk konsentrasi.

“Gizi seimbang harus diberikan secara konsisten setiap hari, bukan hanya di usia tertentu,” katanya lagi.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan dampak Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di daerah di mana siswa lebih aktif belajar dan bisa beraktivitas dengan tubuh yang lebih bugar.

“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka kelihatannya lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya kelihatan lebih kuat dan jarang sakit,” katanya dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Selasa (20/1).

Dadan menyebutkan MBG telah menjangkau kurang lebih 58 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah usia PAUD-SMA.

Namun demikian, Dadan menegaskan pentingnya orang tua memahami kebutuhan gizi anak saat di rumah sebagai bentuk keberlanjutan yang paling penting dari Program MBG, karena tanpa kesadaran tersebut, program ini tidak bisa mencapai tujuan utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia menjelaskan untuk memenuhi gizi seimbang, komposisi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, di mana dalam satu kali makan harus ada sumber energi, protein, lemak, dan serat agar kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) tubuh bisa tercukupi. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan