MARABAHAN, Kalimantanpost.com – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang ada di Tebing Rimba mengalami overload sehingga pembuangan dialihkan ke Banjarbaru, untuk itu di minta kepada masyarakat agar lebih disiplin dan tepat waktu saat membuang sampah. Hal itu disampaikan kepala dinas DLH Batola Abdi Maulana S.STP, saat menjadi pembina apel pagi dihalaman kantor bupati Senin (2/2/2026).
“Kami mengimbau masyarakat membuang sampah pada sore atau malam hari agar bisa diangkut saat subuh. Seringkali warga membuang sampah di pagi hari saat berangkat kerja, yang mengakibatkan penumpukan di TPS sepanjang hari dan mengganggu kenyamanan publik,” tegasnya.
Namun Kabar menggembirakan datang dari capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD). Abdi mengungkapkan pada tahun 2025, Kabupaten Barito Kuala berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
“Target yang diberikan adalah poin 66, namun kita berhasil mencapai angka 71,44 yang masuk dalam kategori sedang. Indeks ini diukur dari tiga indikator utama: kualitas air, kualitas udara, dan kualitas tutupan lahan,” jelas Abdi.
Sesuai tugas pokok dan fungsi dari DLH yang mencakup empat bidang utama dan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni UPT TPA Tabing Rimbah, UPT Laboratorium Lingkungan dan UPT Limbah B3.
Menanggapi fenomena ikan mati yang sempat marak di perairan setempat, Kadis LH menjelaskan hasil uji laboratorium. Berdasarkan sampel yang diambil, ditemukan bahwa kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) berada pada tingkat yang sangat rendah, yakni di bawah 1 mg/liter, bahkan menyentuh angka 0,1 mg/liter.
“Untuk sungai kelas 2 seperti Sungai Barito, standar minimal oksigen terlarut seharusnya adalah 4 mg/liter. Rendahnya oksigen inilah yang menyebabkan ikan-ikan mati. Namun, saat ini kondisi air sudah mulai membaik, mari masyarakay jangan membuang sampah ke sungai dan mengurangi pengunaan jamban,” pungkasnya. (agung/KPO-3)















