Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Pentas Mamanda Hidupkan Taman Van Der Pijl, Riandy: Seni Budaya Adalah Identitas Daerah

×

Pentas Mamanda Hidupkan Taman Van Der Pijl, Riandy: Seni Budaya Adalah Identitas Daerah

Sebarkan artikel ini
6 kontrak 1
MAMANDA - Suasana Pentas Mamanda di Panggung Taman Van Der Pijl, Kota Banjarbaru, Sabtu malam (07/02/2026), dipadati masyarakat. Acara yang dihadiri Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby bersama Ketua Umum KEK Kota Banjarbaru H. Riandy Hidayat ini menjadi upaya pelestarian seni budaya sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif daerah. (KP/DEVI)

Banjarbaru, KP – Panggung Taman Van Der Pijl, Kota Banjarbaru, tampak semarak pada Sabtu malam (07/02/2026). Gelaran Pentas Mamanda yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Paguyuban dan Komunitas Seni se-Banjarbaru berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan taman.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, didampingi suami H. Riandy Hidayat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru. Kehadiran berbagai komunitas seni menjadikan acara ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah ekspresi budaya lokal.

Kalimantan Post

H Riandy Hidayat menegaskan bahwa pelaksanaan pentas Mamanda menjadi langkah awal untuk kembali menghidupkan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman. Ia menyebut, seni budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi kreatif.

“Seni dan budaya, termasuk Mamanda, bukan sekadar hiburan. Ini adalah identitas daerah yang harus terus kita jaga dan kembangkan agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda,” ujar Riandy.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Kebudayaan, guna mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya di Banjarbaru.

Ke depan, kegiatan seni direncanakan digelar secara rutin dengan konsep bergilir, menghadirkan berbagai kesenian tradisional seperti madihin dan pertunjukan budaya lainnya.

Puncak acara ditandai dengan penampilan Mamanda yang memukau para pengunjung. Alur cerita khas, dialog spontan yang jenaka namun sarat pesan moral, serta kuatnya nuansa kearifan lokal menjadi daya tarik utama hingga penonton antusias menyaksikan pertunjukan sampai selesai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antar komunitas seni di Kota Banjarbaru semakin solid, sekaligus menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal agar terus berkembang di tengah dinamika zaman.(Dev/k-5)

Baca Juga :  RSD Idaman Banjarbaru Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Warga Binaan Bersama Lapas Kelas IIB
Iklan
Iklan