KAZAKHSTAN, Kalimantanpost.com – Dunia kuliner Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui kreasi inovatif “Rendang Kuda” karya Chef Budiati, Chef Wisma Kedutaan RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan.
Hidangan yang memadukan budaya kuliner Kazakhstan dengan rempah khas Indonesia ini menjadi bukti nyata bagaimana gastrodiplomasi dapat menjembatani perbedaan budaya melalui seni memasak.
Chef Budiati, wanita kelahiran Magelang, 8 Desember 1979 ini telah menorehkan karir gemilang di dunia kuliner.
Lulusan Akademi Pariwisata Indonesia ini memulai perjalanan profesionalnya sebagai chef di Restoran Kedai Kayumanis selama 7 tahun dan ahli dalam mengolah masakan tradisional Indonesia.
Kariernya terus menanjak dengan latar belakang sebagai Chef R&D dan Head Chef di beberapa restoran terkenal di Jakarta.
Tiga tahun terakhir, Chef Budiati dipercaya sebagai Chef Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Muhammad Fadjroel Rahman. Peran ini membawanya memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara ke dua negara Asia Tengah tersebut melalui berbagai kegiatan diplomasi budaya.
Atas dorongan dari Dubes Fadjroel Rahman, pada tahun 2025, Chef Budiati menerbitkan buku pertamanya berjudul “Spices Without Borders (Indonesian Dishes from a Kazakh Kitchen)”.
Buku ini lahir dari empat visi utama yang menjadi latar belakang pembuatannya.
Pertama, melestarikan budaya kuliner Indonesia yang kaya akan rempah-rempah. Kedua, sebagai duta bangsa di bidang kuliner untuk memperkenalkan masakan Indonesia ke dunia internasional.
Ketiga, sebagai media edukasi dan pembelajaran dalam memasak karena Chef Budiati ingin berbagi ilmu masak kepada siapapun yang tertarik. Keempat, sebagai dokumentasi kreativitas dan inovasi perjalanan karir kuliner yang telah dilalui.
“Respon terhadap buku ini sangat antusias dan positif. Banyak yang tertarik untuk mencoba mempraktekkan resep karena sangat simpel dan bahan mudah ditemukan dengan metode dan gramasi yang tepat,” ujar Chef Budiati.
Salah satu kreasi terobosan Chef Budiati yang menjadi sorotan adalah “Rendang Kuda”. Inspirasi ini lahir dari pengamatan Chef Budiati terhadap budaya kuliner masyarakat Kazakhstan yang memiliki tradisi mengonsumsi daging kuda, terutama saat musim dingin dengan suhu ekstrem mencapai -30°C hingga -50°C.
“Daging kuda menjadi makanan pokok untuk menghangatkan badan di tengah cuaca ekstrem. Ini menjadi alasan mendasar kenapa saya mencoba mengaplikasikan daging kuda sebagai bahan dasar membuat rendang dengan rempah khas Indonesia,” jelas Chef Budiati.
Hasilnya adalah hidangan diplomasi epik yang menggabungkan tekstur daging kuda yang lembut dengan bumbu rempah Indonesia yang gurih dan pedas, menciptakan hidangan sangat lezat yang memukau lidah masyarakat Kazakhstan dan internasional.
Kreasi “Rendang Kuda” dan berbagai inovasi kuliner lainnya oleh Chef Budiati telah membuktikan bahwa makanan dapat menjadi alat diplomasi yang efektif. Melalui hidangan ini, masyarakat internasional tidak hanya menikmati kelezatan masakan Indonesia, tetapi juga memahami kekayaan budaya dan kreativitas bangsa Indonesia.(rfz/KPO-1)















