BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Rektor Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Associate Professor Dr Hj Raden Roro Dwi Sogi Sri Redjeki, SKG, MPd melaunching dan melantik Dekan, Wakil Dekan serta Ketua Prodi pada Fakultas Kedokteran Hewan di aula kampus setempat, Rabu (11/2/2026).
Dekan Fakultas Kedokteran Hewan yang dilantik yakni Prof Dr Drh Agik Suprayogi, MSc, Agr, Wakil Dekan 1
Novita Dewi Iswandari, SSi.T., M.Kes, Wakil Dekan 2
Bayu Hari Mukti, SHut, MSi.
Lalu, Ketua Prodi S1 Kedokteran Hewan
drh Irfan Alias Kendek, MSi dan Ketua Prodi Profesi Kedokteran Hewan
drh Resha Surya Putri, MSi
Hadir di acara pelantikan tersebut Ketua Yayasan Indah Banjarmasin Aizar Soedarto, BSC,MBA, Wakil Rektor 1
Assoc. Prof Dr Dede Mahdiyah, MSi CIRR, Wakil Rektor 2 Hariadi Widodo SKed, MPH, Wakil Rektor 3
Dr Adriana Palimbo, SSIat, MKes,CIRR.
Juga hadir Direktur Dewan Eksekutif BAN PT Prof Dr Ir Ari Purbayabto MSc, PDGI Kalsel yang diwakil drh Irindra Asdila Putri, Dekan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University yang mewakili sebagai pendamping, Dr drh Wahono Esthi Prasetyasningsih MSi serta tamu undangan lainnya.
Rektor Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Associate Professor Dr Hj Raden Roro Dwi Sogi Sri Redjeki, SKG, MPd yang ditemui usai acara launching dan pelantikan mengatakan, pihaknya sudah mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Hewan.
“Hingga saat ini sudah ada 15 orang yang mendaftar dan target kami untuk tahun ini ada 50 orang,” ujar Sri Redjeki.
Ada pun mulai pembelajaran kuliah dilaksanakan pada Agustus 2026 ini. “Fasilitas dan SDM-nya sudah siap semuanya. Tenaga pengajar yang disiapkan saat ini ada 13 orang sesuai bidang keilmuannya masing-masing,” ujarnya.
Sebentar lagi lanjut Sri Redzeki, akan membangun Rumah Sakit Hewan di tahun 2026 ini. Lokasinya di belakang Gedung F yang baru saja kita resmikan,” ujarnya.
Menurut Rektor, dibangunnya Rumah Sakit Hewan ini untuk mendukung pembelajaran dan salah satu syarat pendirian juga untuk membuka prodi profesi hewan.
“Kami juga aksn melakukan kerjasama dengan mitra-mitra seperti balai karantina, klinik hewan dan lain-lain untuk menunjang proses pembelajaran,” ungkapnya.
Tak kalah pentingnya, kata Rektor perempuan ini, Universitas Sari Mulia juga di dukung oleh institut Pertanian Bogor untuk pengembangan pembelajaran ini.
Dia berharap dengan adanya Fakultas Kedokteran Hewan disini, anak-anak Banua kalau mau jadi dokter hewan tak perlu jauh-jauh keluar daerah, cukup menuntut ilmu di Banua sendiri.
“Kita akan menjadi yang terbaik, berprestasi dan bersinar sesuai dengan visi kita di 2030,” papar Sri Redjeki,
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Sari Mulia, Prof Dr Agik Suprayogi mengatakan sebagai dekan Fakultas Hewan UNISM tentu akan memantau internal disini.
“Karena ini baru, tentu aspek pembelajaran itu harus saya jamin dan dipastikan akan berjalan dengan baik. Kurikulum, peralatan praktikum dan sebagainya menjadi pokok pikiran kami di internal,” tandasnya.
Tentang SDM, lanjut dia, kapasitasnya harus ditingkatkan, tapi pembelajaran itu juga harus segera karena mereka mulai melakukan rekrutmen para mahasiswa.
“Aspek eksternal, bagaimana memperkenalkan informasi kedokteran hewan sudah ada di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan,” kata Agik.
Paling tidak, lanjut dia, di Kalsel jangka pendek ini mereka ingin mensosialisasikan melalui jalur-jalur pemerintah daerah seperti Gubernur Kalsel dan wali kota serta bupati tentang keberadaan Fakultas Kedokteran Hewan di UNISM.
“Ini betapa pentingnya bagi warga dan anak di Kalimantan ini untuk mengampu pembelajaran atau menjadi profesi kedokteran dokter hewan yang nantinya bisa mengawal Kalimantan bukan menjadi entrepoin penyakit tapi menjadi penghela penyakit Zoonosis yang kemungkinan hadir di Indonesia,” tegasnya.
Ditambahkannya, ini perlu dikuatkan bukan hanya di Kalimantan tapi untuk Indonesia. “Jika tidak ada pengawalan kuat kesehatan hewan maka penyakit itu akan mudah masuk melalui beberapa jalur produk pakan ternak, penyakit satwa liar yang bisa menyerang manusia yang disitu ada sumber penyakit,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Dewan Eksekutif BAN PT Prof Dr Ir Ari Purbayabto MSc mengatakan Fakultas Kedokteran Universitas Sari Mulia ini satu-satunya di wilayah Kalimantan adanya program studi Kedokteran Hewan.
“Jadi Prodi Kedokteran Hewan ini bukan hanya milik Universitas Sari Mulya tapi milik Kalimantan secara umum,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Ari, memberikan dukungan penuh dengan Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Sari Mulia Banjarmasin ini,” janjinya.
dan pengawalan dan menolong Perguruan tinggi yang membuka program studi baru. (ful/KPO-3)















