Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Uniska Kirim Dosen dan Mahasiswa ke Empat Negara Asia Tenggara, Perkuat Jejak Internasional

×

Uniska Kirim Dosen dan Mahasiswa ke Empat Negara Asia Tenggara, Perkuat Jejak Internasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 WA0051
Dosen Uniska saat kunjungan ke Filipina. (KP/Repro)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com — Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari membuktikan komitmennya dalam internasionalisasi kampus. Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Uniska mengirim sejumlah dosen dalam program pertukaran akademik ke empat negara Asia Tenggara, yakni Filipina, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Program yang berlangsung pada 8–26 Februari 2026 ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya dosen sekaligus memperluas rekam jejak internasional Uniska.

Kalimantan Post

Kepala Biro Humas Uniska, Dr. Gusti Rusydi Furqon, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari strategi konkret penguatan kapasitas akademik.

“Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dosen dan memperkuat pengalaman internasional para pengajar di Uniska,” ujarnya.Kamis (12/2/2026)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FKIP Uniska melakukan benchmarking ke University of Mindanao serta UM Tagum College di Filipina guna memperluas jaringan kerja sama internasional. Selain itu, sejumlah dosen juga menjadi invited guest lecture di INTI International University, Malaysia. Salah satunya adalah M. Saukani, Ph.D., dari Fakultas Teknik.

Tak hanya dosen, mahasiswa Uniska juga turut ambil bagian dalam agenda internasional. Beberapa mahasiswa mengikuti program ke Mahidol University, Bangkok, serta Universiti Putra Malaysia (UPM). Mereka berkompetisi dalam ajang 2nd International Student Competition (2nd ISC) 2026 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Centre for Entrepreneurial Mentoring (CEM) UPM, dan berhasil masuk sebagai salah satu finalis.

Menurut Gusti, kepercayaan dari berbagai universitas di kawasan Asia Tenggara menjadi indikator bahwa dosen Uniska memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di forum akademik internasional.

“Ini menunjukkan bahwa dosen Uniska mampu mengajar dan berkontribusi di universitas luar negeri. Artinya, daya saing kita sudah menembus level internasional,” katanya.

Baca Juga :  107 Ribu SPPT PBB-P2 Dibagikan, Wali Kota Targetkan Pendapatan Daerah Banjarmasin Terdongkrak

Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang pengembangan kerja sama pendidikan global Uniska. Selain aktivitas pengajaran dan pertukaran akademik, kegiatan tersebut juga ditargetkan menghasilkan dokumen strategis serta luaran akademik yang mendukung penguatan akreditasi, baik di tingkat fakultas maupun universitas.

“Ini kerja nyata dalam pendidikan. Dampaknya bukan hanya pada individu dosen, tetapi juga pada peningkatan kualitas institusi secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Uniska, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, menekankan pentingnya keberlanjutan program internasional tersebut. Ia berharap para dosen tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga membangun jejaring, menggagas kolaborasi riset, serta membawa pulang inovasi yang dapat ditransfer ke program studi lain di lingkungan Uniska.

Ke depan, Uniska akan terus memperkuat kerja sama internasional berbasis riset kolaboratif yang dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap pengembangan institusi.

“Ini pembuktian bahwa Uniska terus bergerak meningkatkan kualitas dan kuantitas, baik di bidang akademik maupun pendidikan. Kita tidak berhenti di level nasional, tetapi melangkah pasti ke panggung internasional,” pungkasnya.(fin/KPO-1)

Iklan
Iklan