BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kehadiran film “Kuyang” yang tengah menjadi perbincangan publik dinilai membawa dampak positif bagi promosi budaya Kalimantan Selatan (Kalsel). Film yang mengangkat legenda masyarakat Banjar tersebut tidak hanya memperkenalkan kearifan lokal ke tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Legenda kuyang yang selama ini hidup dalam cerita rakyat masyarakat Banjar diangkat ke layar lebar dengan sentuhan sinematografi modern. Hal ini dinilai mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal warisan tradisi daerahnya.
Selain berdampak pada sektor kebudayaan, film ini juga memberikan efek berantai terhadap pelaku ekonomi kreatif. Mulai dari sektor perfilman, tata rias, kostum berbasis budaya lokal, hingga promosi destinasi wisata yang menjadi latar pengambilan gambar turut merasakan dampaknya.
Kabid Ekonomi Kreatif, Kelembagaan dan Pengembangan SDM Pariwisata Kalsel, Liza Herawaty, S. Sos mengapresiasi hadirnya film tersebut. Menurutnya, karya kreatif seperti “Kuyang” menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi daerah.
“Kami sangat mendukung karya-karya film yang mengangkat kearifan lokal Kalimantan Selatan. Film seperti ‘Kuyang’ bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana promosi budaya dan pariwisata yang sangat kuat,” ujar Liza.
Ia menambahkan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong promosi destinasi wisata berbasis budaya di Kalsel. Dengan meningkatnya rasa penasaran masyarakat terhadap legenda kuyang, wisata berbasis cerita rakyat dan sejarah lokal berpotensi dikembangkan lebih luas.
Pemerintah daerah pun berharap semakin banyak sineas lokal yang berani mengangkat cerita-cerita khas Banua. Dengan demikian, budaya Kalsel tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Ketika budaya lokal diangkat secara kreatif, dampaknya bisa luas, termasuk pada UMKM, kriya, kuliner, hingga sektor pariwisata. Ini peluang besar bagi ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.(fin/KPO-1)















