TABALONG, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong mencatat capaian positif dalam menekan angka kemiskinan.
Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani, SH, ST, MT, mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di daerah tersebut berhasil turun lebih dari satu persen dalam periode terakhir.
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan prestasi yang signifikan, mengingat dalam banyak kasus penurunan setengah persen saja sudah dianggap berat. “Penurunan lebih dari satu persen ini menunjukkan tren yang sangat baik. Ini membuktikan bahwa berbagai program pengentasan kemiskinan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Noor Rifani.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara penandatanganan kontrak kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tabalong dengan Media Kalimantan Post, yang berlangsung di Rumah Makan Rudy Hermanto, Kamis (12/02/2025)
Pada penandatanganan kerjasama tersebut Kalimantan Post langsung dilakukan Pimpinan Perusahaan H Tedy Perkasa didampingi A Rianto, dan Pimpinan Redaksi Hj Sunarti.
Bupati menegaskan, penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari berbagai kebijakan pro-rakyat yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah layanan kesehatan dengan konsep jemput bola, di mana tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan layanan. Program ini bertujuan memastikan masyarakat, terutama kelompok rentan, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan secara mudah dan cepat.
“Warga dengan KTP Tabalong bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang terhambat mendapatkan pelayanan hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menyebutkan bahwa rata-rata kualitas hidup masyarakat Tabalong juga mengalami peningkatan, baik dari sisi ekonomi maupun kesejahteraan sosial. Hal ini tercermin dari daya beli masyarakat yang semakin baik, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Di bidang pendidikan, Pemkab Tabalong menyiapkan program ambisius bertajuk “1.000 Sarjana”, yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda. Berbeda dari pendekatan sebelumnya, pemerintah kini tidak hanya memberikan bantuan kepada mahasiswa, tetapi juga aktif mencarikan universitas yang sesuai bagi calon mahasiswa.
“Kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Noor Rifani.
Sementara itu, untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor industri, Tabalong juga telah menyiapkan fasilitas workshop alat berat yang dilengkapi dengan simulator. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan dan industri berat.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk program Kredit Tabalong Smart. Program ini menyasar pelaku UMKM dan petani, dengan tujuan memperkuat permodalan usaha dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.(nau/KPO-1)
“Dengan dukungan permodalan yang memadai, kami berharap UMKM dan petani di Tabalong dapat berkembang lebih pesat, sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan semakin membaik,” ujarnya.
Bupati menambahkan, seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.(nau/KPO-1)















