Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Pulau Kupang Bersinar dan Ikhtiar BEM UNISKA MAB dalam PPK Ormawa 2026

×

Pulau Kupang Bersinar dan Ikhtiar BEM UNISKA MAB dalam PPK Ormawa 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 WA0056

Oleh: Dr. Rico, S.Pd., M.I.Kom

Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Kalimantan Post

Pembangunan Indonesia ke depan semakin menegaskan satu arah penting: desa dan kelurahan bukan lagi sekadar objek kebijakan, melainkan subjek pembangunan. Dari wilayah-wilayah inilah kemandirian ekonomi, ketahanan sosial, dan pelestarian budaya dapat tumbuh secara berkelanjutan. Salah satu gambaran nyata dari semangat itu terlihat di Kelurahan Pulau Kupang.

Dalam perspektif filsafat sosial, gagasan ini sejalan dengan pemikiran Aristoteles bahwa manusia adalah zoon politikon, makhluk yang hanya dapat berkembang secara utuh melalui kehidupan bersama dalam komunitasnya. Pulau Kupang menyimpan potensi wisata yang beragam dan otentik. Kawasan sungai yang alami, perikanan, pertanian, madu kelulut, situs sejarah Nyai Undang, olahraga tradisional, hingga seni bela diri Silat Kuntau Dayak menjadi kekayaan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga ekonomi.

Potensi tersebut membentuk fondasi kuat bagi pengembangan desa atau kelurahan wisata berbasis kearifan lokal.Namun potensi tidak serta-merta berubah menjadi kesejahteraan. Dibutuhkan pengelolaan, penguatan identitas destinasi, serta strategi promosi yang relevan dengan perkembangan zaman. Di sinilah pendekatan digital branding menjadi penting.

Desa wisata hari ini tidak cukup hanya dikenal oleh masyarakat sekitar; ia perlu hadir di ruang digital agar mampu bersaing dan menarik perhatian yang lebih luas. Transformasi ini mencerminkan perubahan struktur sosial sebagaimana dijelaskan oleh Manuel Castells tentang masyarakat jejaring (network society), di mana visibilitas digital menentukan daya saing suatu wilayah.

Gagasan inilah yang melatarbelakangi lahirnya inisiatif “Mengembangkan Desa Wisata Unggulan Pulau Kupang Bersinar”. Kata Bersinar sendiri merupakan akronim dari Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius, sebuah visi pembangunan kelurahan yang menekankan keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta nilai sosial dan budaya.

Lurah Pulau Kupang, Erliansyah, A.Md, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan wisata berbasis potensi lokal memang menjadi salah satu arah pembangunan wilayahnya. “Kami ingin Pulau Kupang berkembang tanpa kehilangan jati diri. Potensi wisata yang kami miliki perlu dikenalkan lebih luas, dan kehadiran mahasiswa sangat membantu kami melihat peluang itu dengan cara yang lebih modern dan terencana,” ujarnya.

Baca Juga :  Jamaah Masjid Al Ummah Pilah Sampah untuk Sedekah, Ubah Masalah Jadi Berkah

Keterlibatan mahasiswa dalam proses ini bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari persiapan serius Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) untuk berpartisipasi dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Program ini digagas oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai wadah penguatan peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Semangat ini sejalan dengan pemikiran Paulo Freire yang menekankan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembebasan yang melibatkan tindakan nyata di tengah masyarakat.

Sebagai dosen pendamping, saya melihat proses ini bukan hanya tentang menyusun proposal, tetapi tentang membangun pemahaman mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat memerlukan riset lapangan, dialog, serta perencanaan yang matang. “Mahasiswa perlu belajar bahwa pembangunan sosial tidak bisa instan. Mereka harus turun langsung, memahami kebutuhan masyarakat, dan merancang program yang berkelanjutan. PPK Ormawa menjadi ruang belajar nyata bagi mereka untuk tumbuh sebagai agen perubahan,” saya sampaikan dalam kegiatan survei lapangan di Pulau Kupang.

Pendekatan desa wisata berbasis digital branding yang sedang dirancang mahasiswa mencakup pemetaan sembilan situs unggulan, penguatan narasi identitas destinasi, serta strategi promosi digital yang terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas Pulau Kupang sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Inisiatif ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pembangunan dari desa, penguatan sumber daya manusia, serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Di tingkat global, upaya ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pembangunan komunitas berkelanjutan, dan penguatan kemitraan. Dalam kerangka etika pembangunan, hal ini juga merefleksikan gagasan Amartya Sen tentang development as freedom, bahwa pembangunan sejatinya memperluas kapasitas dan pilihan hidup masyarakat.

Baca Juga :  Diskominfo Kalsel Kembangkan Aplikasi “Rakat” untuk Percepat Digitalisasi Pelayanan Publik

Lebih jauh, kolaborasi antara kampus dan kelurahan menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis di luar ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi, manajemen, atau perencanaan, tetapi juga mempraktikkannya dalam konteks sosial nyata. Mereka belajar berkomunikasi dengan masyarakat, memahami dinamika lokal, serta menyusun strategi yang berpihak pada kebutuhan warga.

Bagi masyarakat Pulau Kupang, kehadiran mahasiswa membuka ruang baru untuk melihat potensi wilayahnya dari sudut pandang yang berbeda. Bagi mahasiswa, Pulau Kupang menjadi ruang belajar sosial yang membentuk empati, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Di titik inilah terjadi pertemuan antara dunia akademik dan realitas kehidupan.

Pulau Kupang mungkin hanya satu wilayah kecil di antara ribuan desa dan kelurahan di Indonesia. Namun jika model kolaborasi seperti ini terus diperkuat, maka pembangunan tidak lagi terasa jauh dari masyarakat. Ia tumbuh dari bawah, dari potensi lokal yang dikenali, dikelola, dan dipromosikan secara cerdas.

Upaya menjadikan Pulau Kupang sebagai desa wisata unggulan yang Bersinar bukan sekadar program mahasiswa, melainkan bagian dari proses panjang membangun kemandirian wilayah. Dan melalui PPK Ormawa 2026, mahasiswa UNISKA MAB sedang menapaki jalan itu membawa semangat kampus untuk hadir, belajar, dan berkontribusi langsung bagi masyarakat.

Pembangunan yang kuat tidak selalu dimulai dari gedung tinggi, tetapi dari langkah kecil yang tulus di tengah Masyarakat (BEM UNISKA MAB, 2026).

Iklan
Iklan