Banjarbaru, kalimantanpost.com – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi yang tinggi kepada sutradara muda berbakat, Johansyah Jumberan, atas kesuksesan film “Kuyank”. Acara ini digelar di Hotel Grand Tan, dihadiri langsung oleh rombongan Dinas Pariwisata Kalsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Ekrabpsdm), Ibu Liza.
Dalam suasana santai yang penuh kehangatan, Ibu Liza bersama tim dan beberapa bintang pemeran film “Kuyank” berbagi pengalaman serta menjawab pertanyaan seputar film yang telah mencuri perhatian publik. “Kuyank” dianggap bukan sekadar film hiburan, tetapi juga sarana untuk mempromosikan budaya dan keindahan alam Kalimantan Selatan.
“Hari ini adalah bentuk dukungan kami kepada para pelaku seni di daerah, agar mereka terus berkarya dan mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional. Film ‘Kuyank’ merupakan salah satu contoh nyata bahwa seni dan pariwisata dapat berjalan beriringan,” ungkap Ibu Liza dalam sambutannya.
Johansyah Jumberan, selaku sutradara, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh Dinas Pariwisata. “Kami ingin film ini menjadi jendela bagi masyarakat luar untuk melihat betapa kaya dan indahnya Kalimantan Selatan, baik dari segi budaya maupun alamnya,” kata Johansyah.
Dalam kesempatan tersebut, Johansyah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada manajemen Grand Tan Hotel yang telah memberikan fasilitas menginap selama di Banjarmasin. “Saya sangat berterima kasih kepada manajemen Grand Tan Hotel yang memberikan fasilitas kami menginap selama di Banjarmasin. Sangat enak dan begitu kekeluargaan dengan semua karyawannya. Tempatnya pun enak dan tenang, sudah berbeda dari sebelumnya. Sukses untuk Grand Tan Hotel,” ucapnya sembari meminta izin untuk menutup pertemuan.
Beberapa bintang dari film tersebut, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan pendapat mereka tentang peran film dalam memperkenalkan kekayaan lokal. Mereka menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan industri perfilman di daerah.
Acara tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan harapan agar kerja sama antara pemerintah dan pelaku seni terus terjalin demi kemajuan budaya dan pariwisata Kalimantan Selatan. “Kuyank” diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.















