BUPATI H Saidi Mansyur kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pembangunan karakter generasi muda melalui peresmian tiga Kantor Desa dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Darul Falihin, yang dipusatkan di Balai Desa Karang Anyar, Kecamatan Astambul, pada Sabtu (14/2).
Yang diresmikan, Kantor Desa Banua Anyar Danau Salak, Limamar dan Pingaran Ilir.
Peresmian menjadi istimewa karena dilaksanakan secara kolaboratif oleh Pemerintah Desa Banua Anyar Danau Salak bersama dua desa tetangga sebagai wujud nyata sinergi dan kebersamaan lintas desa.
Bupati menyambut baik inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai praktik kolaborasi yang patut dicontoh.
“Pembangunan tidak harus berjalan sendiri. Ketika dilakukan secara kolektif, bukan hanya infrastruktur yang terbangun, juga silaturahmi dan solidaritas antar desa semakin kuat,” ujarnya.
Bangunan kantor desa yang diresmikan memiliki luas antara 90 hingga 94,5 meter persegi.
Fasilitas tersebut diharap menjadi pusat pelayanan publik yang representatif, modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati menegaskan pula, kantor desa harus menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat yang cepat, tepat, transparan dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
Dia mengingatkan seluruh perangkat desa agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan dedikasi. Pelayanan administrasi harus diselesaikan secara profesional dan efisien.
“Transparansi anggaran dan tata kelola pemerintahan menjadi prioritas utama.
Kantor desa harus menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan UMKM, forum musyawarah serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” tandasnya.
“Kantor desa aset bersama. Bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol pelayanan, pemberdayaan dan kebersamaan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati meresmikan TPA Darul Falihin yang diharap menjadi fondasi pembinaan generasi Qurani di Kecamatan Astambul.
Keberadaan TPA tersebut dinilai sebagai langkah strategis menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pembangunan akhlak dan karakter.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
“Investasi terbesar daerah bukan hanya pada bangunan, tetapi pada akhlak dan kualitas SDMnya. M
elalui TPA ini kita berharap lahir generasi yang cerdas, beriman dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (adv/K-2))















