PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada 12–13 Februari 2026.
ToT sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendamping dan pengajar dalam meningkatkan literasi serta tata kelola keuangan pelaku usaha dan lembaga berbasis komunitas.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, UIN Palangka Raya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program penguatan pencatatan dan pelaporan keuangan bagi UMKM dan klaster usaha di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Palangka Raya, Dr. Muhammad Nasir; Dekan FEBI UIN Palangka Raya, Dr. Tri Hidayati; Sekretaris Umum MES Kalimantan Tengah, H. Heru Hidayat.
Selain itu, juga emusiab hadir pula Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, H. Abdul Wahid Aha; perwakilan Kementerian Agama Kalteng, Gundo Utomo; serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan daerah lainnya.
Materi pelatihan disampaikan narasumber yang bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif (DEIH) Bank Indonesia, Akhmad Jaeroni, yang memberikan pemaparan teknis dan strategis terkait penggunaan SIAPIK sebagai alat bantu pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha maupun lembaga berbasis komunitas.
Pelatihan dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui praktik langsung penggunaan aplikasi SIAPIK.
Pelatihan diikuti 50 peserta yang terdiri atas 28 perwakilan MES kabupaten/kota se-Kalteng dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya. Para peserta dipersiapkan menjadi trainer dan pendamping yang akan menularkan pengetahuan serta keterampilan penggunaan SIAPIK kepada pelaku usaha dan klaster binaan Bank Indonesia di wilayah Kalimantan Tengah.
Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan literasi dan keterampilan pencatatan keuangan, khususnya dalam penyusunan laporan keuangan yang rapi, akuntabel, dan mudah dianalisis.
Dengan kemampuan tersebut, diharapkan UMKM dan klaster usaha dapat meningkatkan kredibilitas usahanya serta memperluas akses terhadap pembiayaan formal.
Bank Indonesia Provinsi Kalteng juga memberikan sosialisasi terkait Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP) Rupiah. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan para peserta untuk menekankan pentingnya mengelola rupiah dengan bijak kepada para UMKM.
Melalui penyelenggaraan ToT SIAPIK 2026, seluruh pihak berharap tercipta ekosistem pencatatan keuangan yang lebih tertib dan profesional di Kalteng, sehingga mampu mendorong penguatan ekonomi umat dan pengembangan sektor riil daerah secara berkelanjutan. (drt/ist/KPO-4)















