BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bank Kalsel kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan daring (online), khususnya modus phising yang kian marak dan menyasar nasabah perbankan.
Dalam imbauan yang dikutip dari laman resmi Bank Kalsel, phising merupakan praktik penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi sensitif seperti PIN, kata sandi (password), kode OTP, hingga informasi rekening dengan menyamar sebagai pihak resmi.
Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat, pelaku kejahatan siber memanfaatkan berbagai celah untuk menipu korban. Bank Kalsel pun membeberkan sejumlah modus operandi yang kerap digunakan.
Pertama, modus telepon palsu. Pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai pegawai bank atau instansi resmi lainnya, lalu meminta data pribadi dengan berbagai dalih, seperti pembaruan sistem atau verifikasi akun.
Kedua, pesan elektronik berisi tautan palsu. Korban dikirimi email atau pesan singkat yang mengatasnamakan lembaga resmi, sering kali disertai iming-iming hadiah, undangan digital, atau informasi penting yang mendesak untuk diklik.
Ketiga, impersonasi atau penyamaran identitas. Dalam modus ini, pelaku meniru identitas, gaya komunikasi, bahkan perilaku rekan kerja atau atasan korban untuk membangun kepercayaan sebelum meminta data atau transfer dana.
Keempat, aplikasi palsu. Pelaku membuat aplikasi yang tampak menyerupai platform resmi, tetapi dirancang untuk mencuri data pengguna setelah diunduh dan diakses.
Sebagai langkah antisipasi, Bank Kalsel membagikan sejumlah tips agar nasabah terhindar dari phising. Di antaranya, tidak pernah memberikan kode OTP atau password kepada siapa pun, tidak mengeklik tautan mencurigakan, serta tidak mengunduh file dari sumber yang tidak resmi.
Nasabah juga diingatkan untuk selalu memastikan alamat situs web yang diakses benar dan terverifikasi sebelum memasukkan data pribadi. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan resmi Bank Kalsel.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin sadar akan risiko kejahatan digital dan mampu melindungi data serta dana mereka dari tangan pelaku penipuan.(ADV/KPO-1)















