Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Tim Verifikasi Validasi Data Calon Penerima Program Kartu Huma Betang Turun Lapangan

×

Tim Verifikasi Validasi Data Calon Penerima Program Kartu Huma Betang Turun Lapangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260225 WA0001
VERIFIKASI - Tim MBH Validator terus melakukan validasi dan verifikasi data calon penerima Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). (Kalimantanpost.com/flyer)

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui tim MBH Validator terus melakukan validasi dan verifikasi data calon penerima Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” kata Plt Kadis.Kominfosantik Rangga Lesmana, Selasa (24/2/2026).

Kalimantan Post

Program KHBS merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalteng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial berbasis data yang akurat dan transparan.

Rangga Lesmana menambahkan, transparansi informasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program.

“Masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan masukan apabila ditemukan data yang tidak sesuai. Prinsipnya, pemerintah ingin memastikan keadilan sosial benar-benar terwujud,” ujarnya.

Melalui validasi berlapis tersebut, diharapkan Program Kartu Huma Betang Sejahtera menjadi salah satu program unggulan yang mampu memperkuat jaring pengaman sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalteng secara berkelanjutan

Sementara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan, validasi data menjadi kunci utama agar program berjalan efektif tanpa menimbulkan polemik di masyarakat.

“Saya minta proses validasi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai kriteria. Program ini harus tepat sasaran serta benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Tim MBH Validator turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan administrasi, kondisi sosial ekonomi warga, serta sinkronisasi data dengan perangkat desa dan kelurahan. Proses ini juga melibatkan RT dan RW setempat guna meminimalisir kesalahan data. (drt/ist/KPO-4).

Baca Juga :  Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Pemko Jalin Kerjasama Dengan Bank Indonesia
Iklan
Iklan