Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Kalsel Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,46 Persen Diiringi Kinerja Fiskal yang Solid

×

Kalsel Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,46 Persen Diiringi Kinerja Fiskal yang Solid

Sebarkan artikel ini
IMG 20260225 WA0038
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo pada acara Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kanwil DJPb Kalsel, Rabu (25/2/2026). (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kondisi ekonomi dan fiskal daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan performa yang positif pada awal tahun, berlanjut hingga akhir Januari 2026. Dengan
pertumbuhan ekonomi yang terus melampaui rata-rata nasional dan pengelolaan anggaran yang mulai digulirkan secara efektif, Kalsel berhasil menjaga momentum di tengah dinamika awal tahun.

“Pertumbuhan ekonomi Kalsel sukses mencapai 5,46 persen (yoy) pada Triwulan IV 2025 (atau 5,22 persen c-to-c), menjadikannya yang tertinggi ketiga di regional Kalimantan,” kata Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (DJPb Kalsel) Catur Ariyanto Widodo pada acara Publikasi ALCo Regional Kalimantan Selatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kanwil DJPb Kalsel, Rabu (25/2/2026).

Kalimantan Post

Acara Alco yang dibuka Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah Anton Budhi Setiawan dan juga dihadiri Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan Muhtadi serta
Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Tetik Fajar Ruwandari.

Ditambahkan Catur, dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara pada Januari 2026 telah mencapai sebesar Rp2,82 triliun atau 9,81 persen dari pagu Rp28,77 triliun, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,51 triliun.

Selain itu, kinerja APBD di awal tahun ini juga langsung mencatatkan surplus sebesar Rp1,21 triliun, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk mendukung pembangunan.

Lalu, kata dia, perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan dinamika yang tangguh. Hingga Januari
2026, Neraca Perdagangan Kalsel mencatatkan surplus sebesar US$877,35 juta. Angka ini sedikit
mengalami kontraksi sebesar 1,10 persen (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja surplus ini terbentuk dari nilai Ekspor bulan Januari yang tercatat sebesar US$948,19 juta yang
terkontraksi 4,7 persen akibat penurunan volume komoditas utama batubara dan CPO serta nilai Impor yang tercatat sebesar US$70,84 juta,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Perempuan #Cari_Aman, Trio Motor Hadirkan Tips Safety RidingHonda

Catur juga menjelaskan, dari sisi harga, tingkat inflasi di Kalsel pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,66 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. Angka ini berada di atas tingkat inflasi
nasional yang tercatat sebesar 3,55 persen (yoy).

“Secara bulanan (month-to-month), Kalsel mengalami
inflasi sebesar 0,20 persen berbanding terbalik dengan kondisi nasional yang justru mencatatkan deflasi
sebesar 0,15 persen,” ucapnya.

Ditambahkannya, tekanan inflasi bulanan (mtm) kali ini terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan, bayam, dan daging ayam ras. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti bawang
merah, cabai merah, dan tarif angkutan udara justru memberikan andil deflasi, membantu menahan
laju inflasi lebih lanjut.

“Menutup catatan makro ekonomi, Kalsel mengakhiri Triwulan IV 2025 dengan
pertumbuhan 5,46 persen (yoy), kembali membuktikan resiliensi dengan capaian yang lebih tinggi
dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,39 persen,” pungkasnya. (ful/KPO-3)

.

.

Iklan
Iklan