Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Pengangguran di Kalsel Didominasi Lulusan SMA

×

Pengangguran di Kalsel Didominasi Lulusan SMA

Sebarkan artikel ini
ama 4 klm 115 cm kerja

Tercatat sebesar 4,10 persen, untuk kawasan Kalimantan, TPT terendah tercatat di Kalteng 3,44 persen dan tertinggi di Kaltim r 5,20 persen.

BANJARBARU, KP – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada November 2025 tercatat sebesar 4,10 persen.

Kalimantan Post

Angka ini turun 0,06 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, Mukhamad Mukhanif menyampaikan bahwa dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 orang yang menganggur.

“Pada November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,10 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan Agustus 2025,” ujarnya.

Secara jumlah, angkatan kerja di Kalsel pada November 2025 mencapai 2,25 juta orang, naik 4,62 ribu orang dibanding Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,16 juta orang bekerja dan 92.207 orang merupakan pengangguran.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 69,83 persen atau turun 0,10 persen poin dibanding Agustus 2025.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 84,04 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 55,42 persen.

Dilihat dari daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan sebesar 4,76 persen, lebih tinggi dibanding perdesaan sebesar 3,34 persen.

Meski demikian, TPT perkotaan mengalami penurunan 0,34 persen poin, sedangkan perdesaan naik 0,25 persen poin dibanding Agustus 2025.

Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT tertinggi tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,47 persen, disusul Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19 persen. Sementara TPT terendah terdapat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah, yakni 1,79 persen.

Distribusi pengangguran pada November 2025 didominasi lulusan SMA yang mencapai 41,14 persen dari total pengangguran.

Sedangkan lulusan perguruan tinggi menjadi yang paling sedikit dengan porsi 7,25 persen.

Baca Juga :  Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah, Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 28,77 persen. Disusul Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,16 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,06 persen.

“Sebagian besar penduduk bekerja masih berada di sektor informal, yakni 55,69 persen, sedangkan yang bekerja di sektor formal sebesar 44,31 persen,” jelasnya.

Jika dibandingkan secara regional Kalimantan, TPT Kalsel (4,10 persen) masih berada di bawah angka nasional sebesar 4,74 persen.

Di kawasan Kalimantan, TPT terendah tercatat di Kalimantan Tengah sebesar 3,44 persen dan tertinggi di Kalimantan Timur sebesar 5,20 persen.

BPS memastikan pemantauan ketenagakerjaan terus dilakukan melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) guna melihat dinamika pasar kerja dan kondisi tenaga kerja di Kalsel. (*/K-2)

Iklan
Iklan