BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mutiara Rahmadani membuktikan keterbatasan bukan halangan, bahkan mampu meraih prestasi membanggakan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini berhasil meraih Juara 2 Cabang Tartil Sensorik Netra Putri dalam ajang Pekan Tilawatil Quran (PTQ) 2026 yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI).
Mutiara menjadi salah satu perwakilan Korwil 8 Banjarmasin dalam kompetisi tersebut setelah berhasil melewati tahapan seleksi rekaman yang dikirimkan kepada panitia.
Menariknya, persiapan yang dilakukan Mutiara terbilang sangat singkat. Ia hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk mempersiapkan diri sebelum bersaing di babak Grand Final pada 28 Februari lalu.
“Informasi lomba saya dapatkan dari salah satu guru di panti asuhan tunanetra tempat saya tinggal. Persiapannya memang sangat singkat, tapi alhamdulillah lolos seleksi dan saya bisa mengikuti grand final,” ujarnya.
Prestasi ini terasa semakin istimewa karena perjalanan Mutiara dalam mempelajari tartil Al-Qur’an dimulai secara sederhana dan penuh ketekunan. Sejak kecil, ia belajar secara otodidak dengan mendengarkan lantunan ayat suci dari speaker Al-Qur’an, lalu menirukan bacaan tersebut hingga terbiasa.
Ajang PTQ 2026 ini juga menjadi pengalaman pertama bagi Mutiara mengikuti kompetisi tingkat nasional. Ia mengaku momen paling berkesan adalah kesempatan bertemu dengan banyak teman tunanetra dari berbagai daerah di Indonesia.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah ini pengalaman pertama mengikuti lomba seperti ini. Saya juga bisa bertemu teman-teman tunanetra dari berbagai daerah, itu sangat membahagiakan,” ungkapnya.
Di balik capaian tersebut, Mutiara memiliki kisah perjuangan yang tidak mudah. Ia menempuh pendidikan di sekolah luar biasa di Balikpapan sejak kelas 1 SD hingga kelas 12. Di sana, ia mulai mengenal huruf braille dan teknologi komputer dengan pembaca layar. Ketika duduk di bangku kelas 10 SMA, ayahnya meninggal dunia—sebuah peristiwa yang membuatnya harus belajar mandiri menjalani kehidupan sehari-hari.
“Setelah ayah meninggal, saya mulai belajar pergi ke mana-mana sendiri, bahkan menggunakan ojek online. Dari situ saya belajar untuk lebih mandiri,” tuturnya.
Keputusannya untuk melanjutkan studi di ULM juga bermula dari dorongan keluarga. Meski awalnya bercita-cita kuliah di Jawa, akhirnya ia memilih ULM dan kini tinggal di sebuah panti tunanetra di Banjarbaru untuk melanjutkan pendidikan.
Perjalanan akademiknya turut didukung oleh beasiswa dari PT Bayan, yang tidak hanya membiayai perkuliahannya secara penuh, tetapi juga memberikan bantuan perangkat kuliah berupa laptop untuk memudahkan proses belajar.
Di masa depan, Mutiara bercita-cita menjadi seorang guru yang dapat membantu teman-teman disabilitas, khususnya tunanetra, agar memiliki akses pendidikan yang lebih baik.
“Saya ingin membantu teman-teman tunanetra yang belum mendapat kesempatan sekolah. Masih banyak stigma terhadap penyandang disabilitas, dan saya ingin ikut mengubahnya,” katanya penuh harap.
Dr. Utomo, dari Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas LPMPP ULM mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih Mutiara.
Ia berharap ke depannya akan semakin banyak prestasi yang diraih mahasiswa disabilitas ULM.
“Ini sungguh luar biasa, kami merasa bangga dan mudah-mudahan nanti ke depannya tetap semangat mengikuti lomba lainnya. Semoga ini menjadi motivasi bagi teman-teman penyandang disabilitas yang lain untuk ikut mengembangkan bakat dan minatnya di bidang masing-masing,” ucap Dr. Utomo.
Prestasi yang diraih Mutiara Rahmadani menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi dan menginspirasi.
ULM terus berkomitmen untuk mendukung serta mendorong mahasiswa dari berbagai latar belakang agar dapat mengembangkan potensi terbaiknya.
Melalui dukungan akademik, fasilitas, dan ruang prestasi yang terbuka, ULM berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu mengukir capaian membanggakan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional serta membawa semangat inspirasi bagi masyarakat luas. (adv/lyn/KPO-4)















