Banjarbaru, KP – Kawasan wisata alam Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dipastikan tetap beroperasi selama libur Idulfitri.
Pengelola juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan jumlah pengunjung pada periode libur panjang tersebut.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan baik dari sisi pelayanan maupun pengamanan di kawasan wisata tersebut.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan yang datang ke Tahura Sultan Adam biasanya meningkat signifikan selama libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut sekaligus menjaga keselamatan pengunjung, pengelola menambah personel serta armada penjagaan di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Pengawasan diperketat terutama di area Bukit Batu, kawasan kolam di Mandiangin, serta beberapa ruas jalan yang dinilai berpotensi terjadi kecelakaan.
“Kami menambah armada untuk penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kita larang,” ujar Fatimatuzzahra, Senin (9/3).
Selain itu, petugas juga disiagakan di sekitar kolam Mandiangin dan titik jalan yang dinilai rawan guna memantau aktivitas pengunjung secara langsung. Rambu-rambu peringatan juga dipasang untuk meningkatkan kewaspadaan wisatawan.
Di sisi pelayanan, sistem pembayaran retribusi di Tahura Sultan Adam kini hampir seluruhnya menggunakan metode non-tunai.
Menurut Fatimatuzzahra, sekitar 99,9 persen transaksi di kawasan tersebut sudah tidak lagi menggunakan pembayaran tunai.
Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut telah berjalan sekitar lima hingga enam bulan terakhir.
Dari sisi dukungan jaringan, akses internet di kawasan Tahura turut dibantu oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel serta Bank Indonesia, sehingga transaksi non-tunai dapat berjalan lancar.
Fatimatuzzahra juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai salah satu pilihan destinasi wisata selama libur Lebaran.
Selain lokasinya relatif dekat, kawasan ini dinilai memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah dengan objek wisata di luar daerah maupun luar Kalsel.
Sebagai langkah tambahan dalam menghadapi situasi darurat, pengelola juga telah menyiapkan armada ambulans sendiri di kawasan tersebut.
“Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar. Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (mns/K-2)















