Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Pembalap Indonesia Veda Ega Menyerupai Data Mar Marquez di Performa Tikungan

×

Pembalap Indonesia Veda Ega Menyerupai Data Mar Marquez di Performa Tikungan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260323 WA0025

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama tak hanya mengukir sejarah di Grand Prix Brasil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22/3/2026) malam WIB, karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses mengisi podium kejuaraan dunia Moto3. Dia pun pembalap tanah air pertama yang mengunci tempat di tiga besar FIM World Championship Grand Prix.

Veda yang memperkuat Honda Team Asia sejauh ini sudah mengoleksi 27 poin, berbeda satu poin dari Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) yang bertengger di posisi kedua.

Kalimantan Post

Sebanyak 27 poin Veda dapat dari keberhasilannya mengunci status pembalap terbaik kelima di GP Thailand, yang berbuah 11 poin, dan peringkat ketiga GP Brasil (16 poin).

“Terima kasih banyak untuk tim saya, atas kerja keras akhir pekan ini dan semua orang mendukung saya,” kata Veda Ega dikutip dari instagram Veda Vega, Senin (23/3/2026).

Selain menembus tiga besar, Veda Ega juga mencuri perhatian dunia balap motor internasional. Dikutip dari facebook, pembalap 17 tahun asal Gunungkidul ini menjadi sorotan setelah data telemetri dari lintasan Eropa menunjukkan performa tikungan yang dinilai luar biasa.

Sejumlah jurnalis dan analis teknis dibuat terkejut dengan angka-angka yang muncul, terutama pada sektor mid-corner speed yang tergolong sangat tinggi untuk kelas yang ia gunakan. Bahkan, beberapa analis menyebut grafik performanya menyerupai data milik Marc Marquez pada masa puncak kejayaannya.

Perdebatan pun muncul di kalangan media olahraga Eropa, termasuk jurnalis Spanyol yang mempertanyakan bagaimana pembalap muda bisa memiliki sensitivitas ban depan sepresisi itu. Gaya balap Veda disebut sebagai kombinasi unik antara pemilihan racing line yang sangat presisi, kontrol throttle yang halus, serta keseimbangan tubuh yang stabil saat motor berada di sudut kemiringan ekstrem.

Baca Juga :  Portugal tak Diperkuat Ronaldo Saat Lawan AS dan Meksiko

Berbeda dengan gaya agresif Marc Marquez yang mengandalkan penyelamatan ekstrem di tikungan, Veda justru tampil lebih halus dan mengalir. Analisis video gerak lambat menunjukkan distribusi berat tubuhnya lebih rendah, membuat pusat gravitasi motor lebih stabil dan minim getaran di bagian depan.

Pendekatan ini memungkinkan Veda menjaga momentum tanpa pengereman berlebih, sehingga tetap cepat di titik apex tikungan. Meski terlihat santai, kecepatannya justru lebih unggul dibanding rival di kelasnya.

Yang membuat pencapaian ini semakin menarik, Veda berkompetisi di kelas Moto3 yang memiliki tenaga mesin lebih kecil. Di kelas ini, menjaga momentum menjadi kunci utama karena kesalahan kecil dapat berdampak besar pada catatan waktu lap.

Konsistensi Veda dalam menjaga kecepatan tikungan tinggi membuat para teknisi dan tim di paddock Eropa mulai melirik potensinya secara serius. Di luar lintasan ia dikenal pendiam, namun berubah menjadi sangat fokus saat berada di atas motor. (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan